Korupsi FIFA Polisi Gerebek Markas DFB

13

Polisi Jerman telah menggerebek markas asosiasi sepak bola Jerman, DFB, yang terletak di Frankfurt dan menggeledah rumah-rumah pribadi dari para petinggi PSSI-nya Jerman itu atas dugaan penghindaran pajak terkait Piala Dunia 2006.

Liga Jerman  - Korupsi FIFA Polisi Gerebek Markas DFB
Polisi Jerman telah menggerebek markas asosiasi sepak bola Jerman, DFB, yang terletak di Frankfurt dan menggeledah rumah-rumah pribadi dari para petinggi PSSI-nya Jerman itu atas dugaan penghindaran pajak terkait Piala Dunia 2006.

Dokumen dan hard drive komputer disita dari markas DFB di Frankfurt, menurut kantor berita Jerman DPA, yang juga mengatakan bahwa sekitar 50 petugas polisi terlibat dalam penggerebekan itu.

“Jaksa di Frankfurt telah membuka penyelidikan atas dugaan penggelapan pajak serius yang terkait dengan pemberian hak kejuaraan sepak bola pada tahun 2006 dan transfer Rp 100,1 Milyar dari panitia Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk asosiasi sepak bola FIFA,” kata jaksa dalam sebuah pernyataan, Selasa. Mereka mengatakan pihak asosiasi gagal untuk melaporkan transaksi tersebut dalam pembayaran pajak organisasi.

Harian Bild melaporkan bahwa rumah Presiden DFB Wolfgang Niersbach dan mantan presiden Theo Zwanziger juga telah dimasuki oleh polisi yang mencari dokumen terkait. DFB tidak tersedia untuk komentar setelah beberapa upaya oleh Reuters.

Pihak berwenang di Jerman kelihatannya mencoba memasuki kasus Piala Dunia 2006 dari kasus hukum yang paling mudah diselidiki, yakni penggelapan pajak. Jika ada dana sebesar Rp 100,1 Milyar mengalir dari DFB ke FIFA maka seharusnya hal itu masuk dalam laporan pajak DFB. Melihat aksi penggerebekan hari ini maka tampaknya hal itu tidak dilaporkan, dan itu merupakan kasus pelanggaran hukum yang serius di Jerman.

Daimler, sponsor utama DFB, menyerukan adanya klarifikasi lengkap dari tuduhan penghindaran pajak. Mereka mengatakan: “Kami memantau perkembangan ini dari dekat dan mengharapkan klarifikasi lengkap”. Anak perusahaan mobil penumpang Daimler, yakni Mercedes-Benz, telah mensponsori DFB sejak tahun 1990.

Niersbach menegaskan sebelumnya bahwa komite penawaran Piala Dunia 2006 telah bertindak “adil” dan “legal”. “Kami mengamankan Piala Dunia melalui cara-cara yang sepantasnya,” katanya. “Piala Dunia tidak dibeli. Apa yang menjadi dongeng musim panas tetap tinggal sebagai dongeng musim panas.”

Niersbach telah menanggapi tuduhan yang dipublikasikan di Der Spiegel bahwa komite penawaran Piala Dunia Jerman telah mengumpulkan dana untuk mengamankan suara sejumlah orang.

“Pemberian Piala Dunia 2006 benar-benar legal. Tidak ada dana gelap, dan tidak ada pembelian suara, “kata Niersbach.

Niersbach, 64, mengatakan Rp 141,6 Milyar yang dibayarkan oleh DFB kepada FIFA adalah untuk mengamankan “dukungan organisasi” dan bukan untuk menyuap fungsionaris FIFA.

Frank Beckenbauer, yang adalah presiden ketika DFB melakukan penawaran Piala Dunia 2006 dan sekarang tinggal di Austria, pekan lalu mengakui DFB telah membuat “kesalahan” dalam pembayaran Rp 100,1 Milyar tetapi membantah bahwa uang itu digunakan untuk membeli suara dukungan bagi Piala Dunia 2006.

DFB telah membantah melakukan kesalahan dan mengatakan telah menyiapkan komite investigasi sendiri soal pembayaran itu.

Dikatakan penyelidikan tidak bisa menemukan bukti kesalahan, menambahkan bahwa DFB juga menyelidiki apakah mereka punya hak untuk mengklaim uang itu kembali, jika terbukti bahwa uang itu tidak digunakan untuk tujuan yang sebenarnya.