Dua Kali Insiden Petasan, UEFA Bersiap Hukum Berat Klub Turki Ini

Gara-gara suporter frustrasi dan menyalakan petasan untuk kali kedua dalam sebulan terakhir, sebuah klub bersiap dijatuhi hukuman berat.

Klub asal Turki Galatasaray bersiap menghadapi hukuman mereka oleh badan Eropa UEFA setelah pertandingan Liga Champions mereka di Borussia Dortmund pada Selasa dua kali dihentikan gara-gara penyalaan petasan.

Kapten Selcuk Inan dan Felipe Melo sampai memohon-mohon kepada fans mereka agar tidak melemparkan petasan lagi.

Penggemar Dortmund terlihat harus melindungi diri mereka sendiri ketika bahan peledak dilemparkan dari bagian fans tandang dan mengarah serta mendarat di tribun penonton tuan rumah.

Galatasaray, yang di laga itu dipermalukan 4-1, pernah didenda Rp 770 juta untuk insiden penyalaan dan pelemparan petasan ke arah lapangan selama pertandingan Liga Champions di Arsenal.

Panel disiplin UEFA akan bersidang pada 13 November untuk memutuskan sanksi berikutnya bagi klub Turki tersebut.

UEFA mengatakan harus menunggu laporan dari delegasi pertandingan di Dortmund sebelum memutuskan apakah akan membuka tindakan disipliner terhadap juara Turki 19 kali itu.

Pendukung tim tamu juga meledakkan bom asap di Signal Iduna Park, memaksa wasit Pavel Kralovec untuk membawa pemain ke luar lapangan

Bos Dortmund Jurgen Klopp menggambarkan perilaku fans Galatasaray sebagai “murni provokasi.”

“Ini membuat frustrasi dan citra buruk. Tindakan itu membuat suram pertandingan besar ini,” katanya.

Kemenangan Dortmund membuat Galatasaray di ambang eliminasi dari Liga Champions.