Kapan Der Panzer Akhiri Kutukan Juara Ketiga?

21

Sudah dua Piala Dunia terakhir, Jerman selalu kalah di semifinal dan hanya bisa memperebutkan posisi juara ketiga. Dapat sih medali perunggu, tapi itu tentu mengecewakan. Semua yang masuk semifinal ingin terus ke final dan juara! Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, Jerman jadi runner up, kalah 0-2 dari Brasil di final. Tahun 2006 jadi juara ketiga, […]

Liga Jerman Piala Dunia Xtra Time  - Kapan Der Panzer Akhiri Kutukan Juara Ketiga?

Sudah dua Piala Dunia terakhir, Jerman selalu kalah di semifinal dan hanya bisa memperebutkan posisi juara ketiga. Dapat sih medali perunggu, tapi itu tentu mengecewakan. Semua yang masuk semifinal ingin terus ke final dan juara!

Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, Jerman jadi runner up, kalah 0-2 dari Brasil di final. Tahun 2006 jadi juara ketiga, karena kalah 0-2 di perpanjangan waktu oleh Italia di semifinal. Padahal saat itu Jerman bertindak selaku tuan rumah. Tahun 2010 di Afrika Selatan juga cuma jadi posisi ketiga. Terakhir kali juara dunia tahun 1990. Sudah 24 tahun!

Situasi semacam ini menyebabkan kapten timnas Philipp Lahm jengkel. Dengan motivasi semacam itulah Jerman kini pergi ke Brasil.

“Saya tidak ingin pergi keluar di semifinal lagi, atau mengunjungi Brazil hanya untuk mandi matahari, ” kata Lahm, yang tahun ini persis 10 tahun berkarir di timnas, dan mencapai 105 caps (penampilan). “Saya memiliki tujuan yang jelas, untuk mencapai sukses terbesar yang dimungkinkan, dan memenangkan Piala Dunia.”

Dalam rangka mengakhiri kesialan mereka, manager Joachim Loew secara khusus memperbaiki cara mereka melakukan serangan balik dan melatih sisi pertahanan agar lebih ketat lagi.

Skuad Jerman sebenarnya memiliki banyak penyerang handal, tapi gosip menyebutkan ketidakpuasan para bintang dengan ego besar ini telah memunculkan ketidakharmonisan di dalam tim, khususnya saat Euro 2012 dan kualifikasi Piala Dunia tahun lalu.

“Kami memiliki apa yang diperlukan untuk memenangkan gelar, tapi kita harus yakin bahwa bakat dan ego setiap individu menyatu dengan kepentingan tim, ” kata Lahm.

Sepanjang sejarah sepakbola, Jerman pernah memenangkan Piala Dunia di tahun 1954 dan 1974, selain tahun 1990.

Beberapa anggota muda dari skuad Jerman, misalnya Mario Goetze, bahkan belum lahir ketika tim Jerman Barat memenangi Piala Dunia 1990 di Italia, terakhir kali mereka menjadi juara dunia.

Problem pertama Jerman adalah cedera pemain. Pada tahun 2006, kapten Michael Ballack menderita cedera betis sementara Lahm membutuhkan operasi siku.

Pada tahun 2010, Michael Ballack kembali cedera pergelangan kaki akibat tekel Kevin-Prince Boateng, pemain asal Ghana, di final Piala FA antara Chelsea vs Portsmouth. Konon tekel itu disengaja karena Jerman akan menghadapi Ghana di Piala Dunia.

Sejak Ballack keluar dari skuad, Lahm mengambil alih posisi kapten, dan Manuel Neuer menjadi kiper andalan.

Kali ini di Brasil, manager tim pusing dengan pilihan yang tersedia di belakang. Lars Bender out. Tersisa wakil kapten Bastian Schweinsteiger dan Sami Khedira yang kurang bugar karena cedera lutut masing-masing. Sami Khedira kelihatan kurang berfungsi saat final Champions kemarin.

Demikian juga kiper Neuer sedang berjuang melawan cedera bahu, tanda yang tidak bagus untuk seorang penjaga gawang, sementara Lahm sendiri sedang dirawat intensif untuk masalah di pergelangan kaki.

Di depan hanya tersedia Miroslav Klose, yang akan berusia 36 tahun pada bulan depan, tidak kedengaran menonjol selama bermain bersama Lazio. Apakah pemain Hoffenheim berusia 21 tahun Kevin Volland bisa mengimbangi keletihan dan usia uzur Klose?

Menurut Kevin-Prince Boateng, si pemain penjegal dan penjagal Michael Ballack, Jerman bermasalah dengan perasaan harus menang karena unggul atas tim lain.

“Jerman memiliki tim yang unggul, dan itulah masalahnya,” menurut Boateng. “Jerman merasakan tekanan untuk menjadi juara dunia, tetapi mereka tidak memiliki karakter dan jenis pemain yang tepat untuk menghadapi itu di Brasil, seseorang seperti Effenberg atau Ballack. Ketika tekanan datang , mereka tidak bisa melewatinya.”

Lahm dan Schweinsteiger sering dikritik karena tidak memiliki bakat kepemimpinan seperti kapten-kapten Jerman sebelumnya, Ballack, Oliver Kahn, atau Stefan Effenberg. Ketika dalam posisi tertinggal seperti dialami di semifinal Euro 2012 dan semifinal Piala Dunia 2010, mereka kocar kacir seperti anak ayam kehilangan induk.

Jadi, bagaimana? Apakah kutukan kalah di semifinal dan jadi juara ketiga akan berulang di Brasil?