Kerap Dikritik, Legenda Bayern Munich Bela Guardiola

Kerap mendapatkan kritikan tajam usai menyerahkan tugas di Bayern Munich, legenda hidup Der FCB Uli Hoeness buka suara membela Josep Guardiola. Uli Hoeness mengungkapkan pembelaan kepada Josep Guardiola yang akhir-akhir ini mendapatkan kritikan tajam usai hengkang dari Bayern Munich dan kini menangani Manchester City. Kritikan kepada pelatih plontos tersebut kian kencang berhembus menjelang laga derby […]

Kerap mendapatkan kritikan tajam usai menyerahkan tugas di Bayern Munich, legenda hidup Der FCB Uli Hoeness buka suara membela Josep Guardiola.

Uli Hoeness mengungkapkan pembelaan kepada Josep Guardiola yang akhir-akhir ini mendapatkan kritikan tajam usai hengkang dari Bayern Munich dan kini menangani Manchester City.

Kritikan kepada pelatih plontos tersebut kian kencang berhembus menjelang laga derby Manchester yang akan dilangsungkan akhir pekan ini.

Guardiola disebut-sebut hanya beruntung semata kala menangani Barcelona oleh mantan kiper The Citizen Peter Schmeichel.

Bahkan Mino Raiola berani berkata bahwa Guardiola seorang pengecut serta mempunyai filosofi permainan yang membosankan dan tidak layak untuk disaksikan.

Lalu kritikan yang dilayangkan publik karena ketidakmampuannya menghadirkan piala Liga Champions dalam tiga musim bersama Bayern Munich.

Padahal di Jerman Guardiola sukses mendominasi semua kompetisi yang ada di negara Bavaria tersebut.

Namun demikian, Hoeness merasa Guardiola sudah seharusnya mendapatkan pengakuan yang layak kala menangani Der Bayern.

Bagi Hoeness, pelatih asal Barcelona itu tidak kurang baik jika dibandingkan dengan Carlo Ancelotti yang menjadi suksesornya.

“Carlo Ancelotti merupakan pribadi yang luar biasa dan pelatih yang sukses, yang sangat cocok bagi Bayern,” ujar Hoeness pada Sky Sport News.

“Tapi saya tidak suka dengan banyaknya perkataan negatif soal Pep Guardiola. Dia sudah mengucapkan selama tinggal sebaik mungkin di Bayern.”

“Dia tidak layak mendapatkan kritikan tajam seperti itu karena Guardiola melakukan pekerjaan luar bisa di Munich.”

“Saya merasa perbandingan antara ‘pria baik’ Ancelotti dan ‘pria buruk’ Guardiola sangat menggelikan.”

“Perbedaan dalam sudut pandang antara kedua pelatih tersebut tidak bisa menjadi alasan (perbandingan),” tambahnya.

Sepakbola.cc