Manajer Bayern Munchen: Saya Ikuti Perkembangan Sepakbola

  • Pelatih baru Bayern Munchen, Jupp Heynckes, menegaskan bahwa dirinya tetap mengikuti perkembangan sepakbola meski sempat vakum selama 4 tahun.

Jupp Heynckes

Bayern Munchen resmi menunjuk Jupp Heynckes sebagai sukseso Carlo Ancelotti yang dipecak sepekan sebelumnya. Jupp Heynckes sendiri bukanlah wajah baru bagi Munchen.

Pelatih berusia 72 tahun itu pernah menukangi Munchen selama dua periode, yaitu periode pertama pada tahun 1987-1991 dan periode kedua yaitu pada tahun 2011-2013 serta menyumbangkan beberapa gelar seperti tiga gelar juara Bundesliga serta 1 gelar juara Liga Champions. Dia digantikan oleh Guardiola pada akhir musim 2012/13 setelah di tahun yang sama berhasil mengatarkan treble bagi The Bavarian.

Tak sedikit orang yang mengkritik penunjukkan Heynckes sebagai pelatih Munchen. Dengan usia lebih dari 70 tahun serta sempat vakum selama 4 tahun di dunia sepakbola, Heynckes dinilai tidak layak untuk kembali menukangi klub sebesar Bayern Munchen. Meski demikian Heynckes menegaskan bahwa dirinya selalu mengikut perkembangan sepakbola.

“Saya selalu mengikuti perkembangan terbaru sepakbola, entah itu liga di luar negeri dengan Real Madrid, Barcelona, Juventus atau di Liga Inggris. Saya juga sangat mengikuti Bundesliga,” ujar pelatih yang pernah menukangi Atletico Bilbao dan Real Madrid itu pada konfrensi pers.

“Ada beberapa alasan kembalinya saya. Saya memiliki hubungan persahabatan dengan (presiden Bayern Munchen) Ulli Hoeness dan kontrak dengan Karl-Heinz Rummenigge yang tidak pernah terputus selama bertahun-tahun. Saya juga harus berterimakasih kepada Bayern. Mereka adalah batu loncatan untuk karir internasional saya, yang mana kemudian berlanjut ke Spanyol.”

“Saya pikir tahun 2013 adalah akhir dari karir kepelatihan saya. Saya mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa klub papan atas Eropa sejak meraih treble (bersama Munchen), namun mereka tidak pernah menjadi pilihan bagi saya. Beberapa kritikan menyebut jika saya telah keluar dari permainan ini selama empat tahun, namun sepabola bukanlah hal baru.”

“Saya sangat mengikuti perkembangannya. Bagi saya usia hanyalah angka dan tidak lebih. Beberapa orang merasa sudah tua di usia 45 tahun. Saya tidak berubah dan saya masih merasa muda. Saya memiliki tingkat detak jantung pria berusia 60 tahun.”

Heynckes menambahkan : “Tugas saya sekarang adalah menganalisa situasi yang adal. Meski ini adalah situasi yang sulit, saya yakin kami akan segera menunjukkan wajah yang berbeda dari tim ini.”

Selain itu Heynckes juga memberikan pembelaan kepada Carlo Ancelotti. Heynckes mengakui jika dirinya juga kerap kali berada di posisi yang sama seperti Ancelotti.

“Pria itu telah memenangkan tiga kali gelar Liga Champions,” tambahnya. “Setiap pelatih memahami situasi seperti ini. Saya sangat menghormatinya dan ingin mengatakan hal ini : saya sudah mengalami situasi yang sama seperti yang dialami Carlo saat ini. Saya masih memiliki penilaian yang tinggi terhadapnya.”