Momen Terbaik Marc Bartra? Bersama Borussia Dortmund!

207

Pernah lima kali juara Liga Spanyol dan dua Liga Champions bersama Barcelona, Marc Bartra malah terkesan dengan karirnya di Borussia Dortmund.

Liga Jerman  - Momen Terbaik Marc Bartra? Bersama Borussia Dortmund!

Berita Liga Jerman – Pemain bertahan asal Spanyol Marc Bartra memilih laga pamungkas Liga Jerman bersama Borussia Dortmund di musim ini menjadi momen paling berkesan sepanjang hidupnya.

Pernah memenangkan lima titel Liga Spanyol dan dua Liga Champions bersama FC Barcelona, Marc Bartra malah menganggap momen favoritnya terjadi di Borussia Dortmund. Momen mengesankan itu adalah di laga melawan Werder Bremen, dimana dia bisa kembali bermain setelah absen satu bulan pasca operasi.

Dia mengalami cedera di pergelangan tangan akibat terkena pecahan kaca yang terjadi ketika insiden penyerangan bom ke bus Der BVB menjelang laga Liga Champions melawan AS Monaco, April silam.

Setelah harus bersabar dalam proses penyembuhan, Bartra bisa kembali bermain dan melakoni laga panas melawan Bremen yang berakhir dengan skor 3-4 sehingga Dortmund mampu mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Ia pun kemudian membantu pelatih saat itu, Thomas Tuchel menjuarai Piala DFB sehingga Bartra menganggap momen tersebut sebagai yang paling indah dibandingkan memenangkan banyak piala bersama FC Barcelona.

“Saya masih ingat keluar dari hotel. Para fans berkumpul seperti biasa, atau mungkin lebih banyak, karena itu laga besar,” ujarnya pada laman resmi Bundesliga, mengingat-ingat detik-detik menjelang laga kontra Monaco.

“Lalu kemudian saya mendengar ledakan besar. Suaranya seperti senjata mesin tapi saya tidak tahu suara apa saat itu. Saya terkena pecahan kaca di tangan dan merasakan rasa sakit yang teramat, dan kemudian udara yang sangat hangat berhembus di wajah.”

“Saya tidak bisa bergerak atau mendengar apapun, hanya suara mendesing. Mereka berkata bahwa kami harus tiarap di lantai bus. Saya bisa melihat apa yang saya lakukan sebab semua orang melakukannya juga, tapi saya tidak bisa bergerak. Pada akhirnya saya bisa tiarap.”

“Semua orang berteriak ‘apa yang terjadi, apa yang terjadi?’. Kami tidak tahu dari mana hal tersebut berasal. Lengan saya terasa sakit dan ketika saya melihat, lengan saya sudah ditutupi darah.”

“Lalu Papa Sokratis dan Roman Burki menghampiri. Mereka memanggil doktor dan berkata bahwa kondisi saya buruk. Fisio tim datang, saya tetap di lantai, tidak bisa bergerak.”

“Saat itu, yang saya pikirkan adalah putri saya. Fisio lalu memberikan beberapa tamparan di pipi agar saya tetap terjaga. Saya berkata kepada diri saya sendiri, ‘Marc, Anda tidak bisa mengangguk sekarang’. Saya takut sesuatu terjadi kembali.”

“Saya tidak tahu berapa lama insiden tersebut terjadi. Mungkin 10 menit tapi bagi saya rasanya seperti satu jam.”

Disinggung perihal laga melawan Werder Bremen, Marc Bartra mengaku sangat bahagia dengan sambutan publik Signal Iduna Park.

“Di kandang, di hadapan para suporter kami… Bisa bermain sepak bola kembali, hal yang paling saya cintai.”

“Dan di atas segalanya, kami memenangkan laga itu untuk bisa menduduki peringkat ketiga dan lolos otomotis ke Liga Champions.”

“Ketika saya pulang, saya berkata kepada istri dan keluarga bahwa itu merupakan momen paling membahagiakan dalam karir profesional saya. Saya sudah pernah mengalami momen-momen hebat tapi yang satu itu fantastis.”

“Saya merasa disekelilingi oleh banyaknya cinta yang diberikan kepada saya.”