Rahasia Stadion Klub Bundesliga Selalu Penuh Terkuak

  Bila di Jakarta, tepatnya di stadion Gelora Bung Karno, digelar laga sepakbola, wajar bila selalu dipenuhi penonton. Namun diluar negeri hal tersebut tidak selalu terjadi, kecuali untuk gelaran favorit. Kini rahasia stadion klub Bundesliga selalu penuh mulai terkuak. Ya, CEO Bundesliga, Christian Seifert, akhirnya buka rahasia soal stadion klub-klub Jerman selalu penuh setiap pekannya. […]

Liga Jerman  - Rahasia Stadion Klub Bundesliga Selalu Penuh Terkuak

 

Bila di Jakarta, tepatnya di stadion Gelora Bung Karno, digelar laga sepakbola, wajar bila selalu dipenuhi penonton. Namun diluar negeri hal tersebut tidak selalu terjadi, kecuali untuk gelaran favorit. Kini rahasia stadion klub Bundesliga selalu penuh mulai terkuak.

Ya, CEO Bundesliga, Christian Seifert, akhirnya buka rahasia soal stadion klub-klub Jerman selalu penuh setiap pekannya. Ia mengabarkan bahwa seluruh klub Bundesliga lebih memilih untuk menjual tiket yang murah tapi ramai penonton ketimbang tiket mahal namun berimbas stadion yang sepi.

Harga rata-rata tiket klub Bundesliga sendiri mencapai 23 euro atau Rp 359 ribu. Harga ini termasuk murah ketimbang tiket menonton Arsenal misalnya yang mencapai 126 pound atau Rp 2,4 juta per laga.

Wajar saja bila kapasitas stadion di klub Bundesliga selalu terisi hingga 92 persen. Bahkan rata-rata penonton per pertandingan di Jerman mencapai 43.500 orang, atau tertinggi di dunia. Jumlah itu sembilan ribu orang lebih banyak ketimbang rata-rata penonton di Liga Primer dalam satu laga.

“Muenchen hanya mendapat dana 30 atau 40 juta euro lebih sedikit ketimbang MU dari penjualan tiket. Kami tak pernah memberikan larangan untuk menaikkan harga tiket, tapi semua klub sepertinya punya pola yang sama. Menjual tiket murah tapi laku banyak,” kata Seifert sesuai rilis Guardian.

“Jika dipandang dari sisi ekonomi, maka banyak yang melihat keputusan ini salah. Tapi jika dilihat dari sisi kemanusiaan maka ini adalah kebijakan yang benar.”

Selain itu seluruh klub Bundesliga juga membatasi penjualan tiket terusan hanya 50 persen dari dari jumlah bangku yang tersedia. “Kami ingin semua orang punya kesempatan yang sama untuk menonton laga setiap pekannya,” pungkasnya.