Thomas Muller: Saya Bukan Striker Murni

Thomas Muller mengklaim dirinya tidak masuk kategori seorang striker, tapi merupakan kombinasi dari pemain tengah dan striker.

Berita Liga Jerman – Thomas Muller, 28 tahun, baru mencetak satu gol di Bundesliga musim ini yang mengakhiri paceklik golnya selama 999 menit. Itu terjadi dalam kemenangan 5-0 Bayern Munich atas Wolfsburg bulan lalu. Selain di level klub, ia juga gagal mencetak gol bagi Jerman di EURO 2016 lalu.

Legenda Bayern Lothar Matthaus baru-baru ini menyatakan keraguannya mengenai apakah masih ada tempat bagi Muller di strategi menyerang 4-2-3-1 yang diusung oleh pelatih Bayern, Carlo Ancelotti. Dengan enteng Muller menanggapi keraguan Matthaus dengan mengatakan bahwa kini dirinya bukan lagi seorang striker.

“Anda bisa menafsirkan sesuka anda. Sebenarnya, di klub, aku selalu bermain di posisi di belakang striker,” kata Muller. “Aku juga tidak suka digolongkan sebagai seorang striker –karena aku tidak melihat diriku di posisi tersebut. Aku suka beraksi di ruang di belakang lini tengah lawan. Karena di tempat itulah aku kebanyakan bisa menerobos pertahanan lawan.”

Ketika ditanya apa sebenarnya posisinya di tim, Muller menjawab: “Aku perpaduan antara seorang gelandang dan seorang striker. Idealnya, aku ingin digolongkan sebagai seorang pencetak gol juga.”

Meskipun ia telah mengakhiri paceklik golnya bulan lalu, pemain kelahiran Jerman itu kembali dicadangkan di pertandingan berikutnya ketika Bayern menang 3-0 atas RB Leipzig.

“Secara pribadi, pertandingan berikutnya tidak diperuntukkan untukku karena aku tidak bermain di laga itu,” ujar Muller. “Aku bisa bersenang-senang dalam pertandingan itu karena ada lebih banyak ruang daripada di pertandingan sebelumnya. Tentu saja, aku tidak duduk di bangku cadangan dengan senyuman di wajahku.”

“Situasi akan memburuk ketika seorang pemain harus duduk di bangku cadangan ketika menghadapi pertandingan penting,” ujarnya. “Namun kami harus menghadapi hal itu sebagai sebuah tim. Semangat tim adalah yang terpenting –semua ego kami harus dinomor duakan. Hal itu berlaku untukku dan untuk pemain lainnya juga.”

Advertisement