Xherdan Shaqiri Tuding Bayern Munchen Halangi Dia ke Liverpool

3

Gelandang Stoke City Xherdan Shaqiri mengaku bahwa Bayern Munchen menghalangi niat kepindahannya ke Liverpool pada musim panas 2014 silam. Berita Bola – Xherdan Shaqiri bergabung dengan Bayern Munchen dari Basel pada musim panas 2012. Di musim pertamanya di klub raksasa Jerman itu ia berhasil memenangkan trebel bersama pelatih Jupp Heynckes. Namun, pria kelahiran Swiss itu […]

Xherdan Shaqiri Tuding Bayern Munchen Halangi Dia ke Liverpool - berita Liga Jerman

Gelandang Stoke City Xherdan Shaqiri mengaku bahwa Bayern Munchen menghalangi niat kepindahannya ke Liverpool pada musim panas 2014 silam.

Xherdan Shaqiri Tuding Bayern Munchen Halangi Dia ke Liverpool - berita Liga Jerman

Berita Bola – Xherdan Shaqiri bergabung dengan Bayern Munchen dari Basel pada musim panas 2012. Di musim pertamanya di klub raksasa Jerman itu ia berhasil memenangkan trebel bersama pelatih Jupp Heynckes.

Namun, pria kelahiran Swiss itu mengalami kesulitan untuk bermain di musim keduanya setelah Bayern dibesut Pep Guardiola. Bersamaan dengan itu dia pun berharap bisa pindah ke Liverpool seusai Piala Dunia 2014 di Brasil.

“Itu (pindah ke Liverpool) adalah keinginanku. Aku mendapatkan tawaran dari Liverpool dan Atletico Madrid,” ujar Shaqiri kepada spox.com. “Aku memilih Liverpool saat itu. Manajer Brendan Rodgers menghubungiku beberapa kali selama Piala Dunia. Tapi Bayern menghalangi niatku untuk pindah.”

“Ada beberapa pembicaraan dan terkadang pembicaraan tersebut menjadi sangat alot. Mereka yang bertanggung jawab di Bayern meyakini situasiku akan berubah, namun nyatanya tidak, dan kami benar saat itu.”

Shaqiri meninggalkan Allianz Arena hanya enam bulan setelah Piala Dunia setelah hanya empat kali masuk starting line-up di bawah asuhan Pep Guardiola. Ia kemudian bergabung dengan Inter Milan pada bulan Januari 2015. Namun, Inter gagal lolos ke kompetisi Eropa musim itu dan Shaqiri kemudian beralih ke Stoke City.

“Sejujurnya, infrastruktur Inter Milan sangat memalukan. Klub sebesar itu tidak menginvestasikan uangnya ke infrastruktur dan hal itu sangat mengecewakan sekali,” ujar Shaqiri. “Di Inggris semuanya lebih profesional dalam hal diet, regenerasi, analisis kinerja dan juga sesi latihan yang beragam.”

Meskipun ia bergabung dengan klub papan tengah (Stoke City) di Liga Inggris pada musim panas 2015 dan bukannya dengan Liverpool yang menginginkannya pada tahun sebelumnya, Shaqiri mengaku tidak menyesal.

“Aku tidak peduli dengan hal itu. Hanya orang yang tidak melihat gambaran besarnya yang mengatakan hal seperti itu,” ujarnya. “Aku ingin mengambil satu langkah menjauh dari sorotan. Stoke dan Mark Hughes sudah menginginkanku ketika aku bergabung dengan Inter. Aku merasa ini adalah keputusan yang terbaik. Hughes adalah seorang pria yang mirip seperti Heynckes, yang dapat mengambil keputusan tidak menyenangkan jika diperlukan.”