Jika Lihat Tiga Gol Mandzukic Ini, Pep Mungkin Menyesal Melepasnya

Mantan pemain Bayern Munich Mario Mandzukic mencetak tiga gol pada laga Atletico Madrid vs Olympiakos yang berakhir dengan skor 4-0. Dua dari tiga gol itu dihasilkan melalui pelintiran kepalanya. Jika melihat kualitas tiga gol itu, bos Bayern Pep Guardiola mungkin menyesal melepaskannya. Gol pertama Atleti dicetak cepat oleh Raul Garcia menit ke-9, menyusul kemudian tiga […]

Mantan pemain Bayern Munich Mario Mandzukic mencetak tiga gol pada laga Atletico Madrid vs Olympiakos yang berakhir dengan skor 4-0. Dua dari tiga gol itu dihasilkan melalui pelintiran kepalanya. Jika melihat kualitas tiga gol itu, bos Bayern Pep Guardiola mungkin menyesal melepaskannya.

Gol pertama Atleti dicetak cepat oleh Raul Garcia menit ke-9, menyusul kemudian tiga gol berturut-turut oleh Mandzukic menit 38, 62, dan 65. Dua gol terakhir pemain Kroasia itu tercipta dengan kepalanya. Keduanya tak bisa ditebak oleh kiper lawan yang tertegun menyaksikan bola menggetarkan jala gawang.

Lihat tayangan cuplikan gol itu di bawah ini:


Atletico Madrid 4 – 0 Olympiakos – Champions… by Football–Live

Dengan hasil ini maka Atleti memastikan lolos ke babak sistem gugur Liga Champions dengan peluang terbesar sebagai juara grup. Posisi Atleti sebagai pemuncak grup masih bisa digusur oleh Juventus pada laga terakhir grup tapi selisih golnya terlampau besar.

Soal hubungan Mandzukic dan Pep, pemain asal Kroasia itu pernah mengeluhkan mantan bosnya di Bayern itu. Ia mengecam cara-cara Pep Guardiola memperlakukan dia dengan kurang rasa hormat.

Mandzukic adalah tokoh kunci dalam kemenangan treble Jupp Heynckes di musim 2012-13, namun kedatangan pelatih Spanyol itu telah menyebabkan pemain berusia 28 tahun tersebut menghabiskan sebagian besar musim lalu di bangku cadangan.

Kedatangan Robert Lewandowkski dengan status bebas transfer saat kontraknya dengan Borussia Dortmund berakhir pada bulan Juni telah menjadi pertanda berakhirnya era Mandzukic di Allianz Arena dan ia kini telah mengungkapkan kepahitan hidup di bawah Guardiola.

“Guardiola mengecewakan saya. Dia tidak memperlakukan saya dengan hormat. Dia tidak membiarkan saya menjadi top scorer Bundesliga. Segala sesuatu dua kali lebih baik di bawah Jupp Heynckes. Dan itu bukan hanya pendapat saya,” kata Mandzukic.