Kalah dari Sevilla, Jurgen Klopp Kritik Penampilan Liverpool

14

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp kritik penampilan anak asuhnya terutama di babak kedua kala ditumbangkan oleh Sevilla di final Liga Europa dengan skor 3-1.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp kritik penampilan anak asuhnya terutama di babak kedua kala ditumbangkan oleh Sevilla di final Liga Europa dengan skor 3-1.

Juara Liga Champions lima kali itu sebenarnya unggul lebih dulu di babak pertama berkat suntingan indah penyerang Daniel Sturridge yang bertahan hingga interval pertama. The Reds pun secara statistik lebih menguasai jalannya pertandingan di sepanjang babak satu.

Sayang, usai kedudukan disamakan tepat 18 detik usai jalannya babak kedua, performa Kolo Toure dkk berbalik 180 derajat. Coke menjadi momok dengan dua golnya sehingga skor berubah 3-1, dan Liverpool harus tertunduk lesu pasca pertandingan berakhir.

Usai laga berakhir, Klopp merasa jika usai tim lawan menyamai skor, level permainan tim besutannya menurun drastis. Hal itu sangat disayangkan karena kemudian di 45 menit berikutnya ia melihat Roberto Firmino cs tidak memberikan respon sepadan.

Pria berusia 45 tahun tersebut mengatakan kepada Sky Sports News, “Di momen itu (babak kedua) kami kehilangan kepercayaan terhadap permainan kami sendiri. Semuanya berubah dari passing cepat dan sederhana menjadi serba sulit. Formasi berantakan dan berakhir begitu saja.”

“Saat itu segalanya menjadi serba salah, saya mencoba merubahnya, tapi Anda semua bisa melihatnya, para pemain seakan syok, fans pun syok.”

“Tidak menyenangkan saat Anda harus kebobolan cepat di babak kedua setelah unggul di babak sebelumnya. Tapi seharusnya kami bisa berbuat banyak di sisa 44 menit berikutnya. Permasalahannya terletak pada reaksi dan respon pasca kebobolan. Saya sungguh mengkritik hal tersebut, sangat buruk. Kami akan menjadikan ini sebagai pembelajaran di musim berikutnya.”

Kekalahan tersebut juga akhirnya membuat Liverpool hanya akan menjadi penonton di kala tim lain di Liga Inggris berlaga di ajang Eropa. Mereka gagal merebut jatah tiket Champions League maupun Europa League musim depan.