Kiper Lutz Pfannenstiel Pernah Dinyatakan Mati Dan Hidup Kembali, Siapa Yang Dilihatnya Di Balik Sana?

  • Lutz Pfannenstiel adalah kiper tukang jalan-jalan. Dan ada banyak pengalaman lain lagi. Kiper asal Jerman itu sudah bermain di lebih dari 400 pertandingan untuk 25 klub berbeda di enam benua, pernah menolak tawaran dari Bayern Munich dan pernah ditelanjangi di tengah taman oleh rekan-rekan sesama pemain Wimbledon FC, sebuah klub yang terkenal dengan perilaku antik para pemainnya, […]

Penyerang Manchester City Nolito berharap bisa keluar dari Etihad dan kembali ke Spanyol usai jarang diturunkan di musim ini oleh Josep Guardiola.
Berita Bola Internasional Liga Jerman  - Kiper Lutz Pfannenstiel Pernah Dinyatakan Mati Dan Hidup Kembali, Siapa Yang Dilihatnya Di Balik Sana?
Lutz Pfannenstiel ketika mati suri untuk entah berapa lama dan melihat penampakan sejumlah figur di dunia lain

Lutz Pfannenstiel adalah kiper tukang jalan-jalan. Dan ada banyak pengalaman lain lagi.

Kiper asal Jerman itu sudah bermain di lebih dari 400 pertandingan untuk 25 klub berbeda di enam benua, pernah menolak tawaran dari Bayern Munich dan pernah ditelanjangi di tengah taman oleh rekan-rekan sesama pemain Wimbledon FC, sebuah klub yang terkenal dengan perilaku antik para pemainnya, sehingga punya julukan Crazy Gang.

Dia juga pernah menghabiskan 101 hari di sebuah penjara Singapura setelah salah dituduh ikut serta dalam pengaturan skor pertandingan dan pernah dinyatakan meninggal saat bermain di sebuah pertandingan non-liga.

Semuanya dimulai saat Pfannenstiel lolos mewakili tim U-17 Jerman di tahun 1993.

Ia kemudian ditawari bergabung sebagai kiper kedua di belakang Oliver Kahn dalam urutan kekuasaan Bayern, namun karena nafsunya untuk keliling dunia ia memilih meninggalkan Bad Kotzing untuk berangkat ke Penang FA Malaysia pada tahun 1993.

Tahun berikutnya sebuah klub Liga Premier, Wimbledon FC, datang memanggil. Tapi sebagai anak baru ia dikerjain habis.

“Dua atau tiga hari setelah saya tiba kami pergi untuk lari bersama di taman dan tiba-tiba seseorang memberikan beberapa perintah, mereka meraih saya dan membuka semua pakaian, jadi saya benar-benar telanjang pada bulan November yang dingin,” katanya.

“Mereka mengambil semua pakaian saya dan sepatu saya dan meninggalkan saya begitu saja. Aku berbaring di dalam selokan dan tidak yakin apa yang harus dilakukan, maka saya berjalan selama 5 kilometer kembali tanpa mengenakan apa pun di depan banyak wanita yang sedang menuntun anjing mereka. Ini memang terdengar lucu sekarang tapi waktu itu tidak lucu sama sekali,” katanya kepada BBC.

Pfannenstiel gagal masuk ke tim pertama dan pindah ke Nottingham Forest setahun kemudian, di mana ia sekali lagi gagal tampil di tim utama.

Pada Boxing Day pada tahun 2003 (saat bermain untuk klub ke-12, Bradford Park Avenue) Pfannenstiel secara tak sengaja kena hantam di dada oleh lutut striker Harrogate United, Clayton Donaldson.

Paru-parunya gagal berfungsi, dan setelah melakukan pernafasan buatan mulut ke mulut, dokter klub Ray Killick menyatakan Pfannenstiel mati sebelum akhirnya mampu membuatnya tersadar kembali.

Bagaimana pengalamannya di dekat kematian (near-death experience)?

“Ini tidak seperti kaleidoskop, tidak ada warna, itu semua tampil hitam dan putih. Ada berlian hitam dan putih dan itu sangat tenang,” kata Pfannenstiel.

“Di latar belakang ada beberapa figur manusia tapi saya tidak bisa melihat siapa mereka. Saya tidak merasa dingin, saya merasakan semuanya hangat. Aku merasa aku melayang dan itu bukan perasaan yang menakutkan sama sekali,” katanya kepada CNN.

Berita Bola Internasional Liga Jerman  - Kiper Lutz Pfannenstiel Pernah Dinyatakan Mati Dan Hidup Kembali, Siapa Yang Dilihatnya Di Balik Sana?
Lutz Pfannenstiel

Ketika ia terbangun di rumah sakit ia mengeluh karena diganti, dan kembali bermain dalam waktu seminggu kemudian.

Sekarang berusia 41, Pfannenstiel menceritakan periode gelap lain dalam hidupnya; kali ini waktu merumput di Singapura.

Pada satu waktu ia menjadi selebritis di televisi dan model Armani, namun pada kesempatan berikutnya ia dijatuhi hukuman 101 hari penjara setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam pengaturan skor pertandingan.

“Kasus saya itu aneh sekali karena saya dituduh bermain terlalu baik. Dalam dua pertandingan kami menang dan satu pertandingan imbang di mana saya menjadi man of the match. Jika seorang hakim di pengadilan memberitahu Anda bahwa Anda telah bermain lebih baik daripada yang biasa Anda lakukan, itu benar-benar tidak logis.”

“Saya akhirnya keluar setelah 101 hari dan menjadi orang yang lebih baik. Itu adalah waktu yang paling sulit dalam hidup saya, tetapi juga waktu ketika saya belajar paling banyak,” jelasnya kepada BBC.

Dia mengatakan kepada CNN: “Penjara tidak memiliki tempat tidur, tidak ada toilet, tidak ada kertas toilet, tidak ada sikat gigi. Aku tidur di lantai,” katanya. “Orang-orang di sana dijatuhi hukuman mati. Orang mendapat hukuman gantung.”

“Untuk sarapan, mereka tidak mengatakan selamat pagi, mereka memukul Anda di wajah. Saya harus bertahan hidup di sirkus itu. 101 hari rasanya seperti 25 tahun.”

Berita Bola Internasional Liga Jerman  - Kiper Lutz Pfannenstiel Pernah Dinyatakan Mati Dan Hidup Kembali, Siapa Yang Dilihatnya Di Balik Sana?
Buku ‘The Unstoppable Keeper’

Setelah menjadi satu-satunya pemain yang bermain secara profesional di enam benua, Pfannenstiel akhirnya pensiun pada tahun 2011.

Dia lalu menulis sebuah buku, The Unstoppable Keeper, yang masuk daftar buku terbaik kategori olahraga di William Hill, dan terus menjadi pencari bakat untuk klub Hoffenheim Jerman dan menjadi komentator di Piala Dunia untuk televisi Jerman.