Laga Penting Itu Berakhir Mengecewakan Untuk Manchester City

  • Dengan hanya beberapa menit tersisa di Stamford Bridge, James Milner menembakkan bola ke muka gawang Chelsea, sebuah umpan silang yang sangat menjanjikan, yang bisa saja berubah menjadi gol. Jika salah satu dari rekan Milner berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, pertandingan ini –dan mungkin juga musim Premier League ini — akan sama sekali berbeda. Tapi tidak […]

Presiden Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) Noel Le Graet dengan yakin Zinedine Zidane suatu saat akan mengarsiteki Les Bleus.

Berita Bola Liga Inggris  - Laga Penting Itu Berakhir Mengecewakan Untuk Manchester City

Dengan hanya beberapa menit tersisa di Stamford Bridge, James Milner menembakkan bola ke muka gawang Chelsea, sebuah umpan silang yang sangat menjanjikan, yang bisa saja berubah menjadi gol. Jika salah satu dari rekan Milner berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, pertandingan ini –dan mungkin juga musim Premier League ini — akan sama sekali berbeda.

Tapi tidak ada pemain Manchester City berdiri di sana. Bola meluncur tanpa ada yang menerima, Milner meringis dan, beberapa saat kemudian, wasit meniup peluit akhir.

Manchester City, yang memasuki laga dengan selisih 5 poin di belakang pemimpin liga, Chelsea, pulang hari Sabtu dengan margin yang sama setelah hasil imbang 1-1.

Sebuah kemenangan bagi salah satu tim akan berarti satu dorongan besar dalam upaya mengejar gelar. Akan sulit  membayangkan Chelsea kehilangan 8 poin dengan 15 pertandingan tersisa, sementara selisih 2 poin (jika Chelsea kalah tadi malam) akan jauh lebih menegangkan di tahap-tahap akhir musim ini.

Klik di sini untuk melihat klasemen Premier League.

Berita Bola Liga Inggris  - Laga Penting Itu Berakhir Mengecewakan Untuk Manchester City

Tapi setelah masing-masing tim mencetak gol sebelum turun minum, manajer Chelsea José Mourinho di babak kedua tampaknya cukup puas untuk hasil imbang, dan Manchester City di saat yang sama juga tidak bisa menembus lini belakang lawan.

“Saya pikir tim kami mencoba untuk menang dari menit pertama sampai akhir,” kata Manajer Man City Manuel Pellegrini setelah itu, sebuah pernyataan yang tampaknya hendak menyindir Mourinho dan Chelsea yang tidak memainkan hal yang sama.

Mourinho tidak tersedia untuk mengeluarkan pendapatnya. Sudah beberapa lamanya akhir-akhir ini ia menghindari media meskipun diminta liga untuk berbicara. Chelsea tidak memberikan penjelasan mengapa Mourinho hilang dalam konferensi pers pasca pertandingan (dia juga tidak ada di jumpa pers pra-laga), sebuah langkah yang tampak sangat provokatif mengingat Liga Premier menyebut game ini sebagai sebuah acara global.

Mungkin Mourinho merasa bahwa media adalah bagian dari “kampanye” untuk menjatuhkan Chelsea seperti keluhannya bulan lalu.

Paranoia itu meningkat pekan lalu setelah striker utamanya, Diego Costa, diberi suspensi tiga pertandingan untuk apa yang dinilai menjadi menginjak lawan selama pertandingan Piala Liga, Selasa. Costa sendiri tidak dihukum selama pertandingan tersebut, dan hukuman tiga laga berarti Costa tidak akan tersedia untuk permainan melawan Manchester City.

Costa pasti akan menambahkan bumbu penting untuk pertarungan ini. Tapi dia bukan satu-satunya pemain penting yang hilang. Gelandang Chelsea Cesc Fabregas juga nonton di tribun dan Manchester City turun tanpa Yaya Touré dan Wilfried Bony, karena tengah membela Pantai Gading di turnamen Piala Afrika.

Banyak orang menganggap Mourinho akan mulai dengan Didier Drogba di tempat Costa, tapi dia malah memilih Loïc Remy, penyerang internasional Prancis. Keputusan itu terbukti tepat setelah Remy mencetak gol pembuka pertandingan di menit ke-41, sebuah tembakan dari jarak 6 meter setelah umpan silang sempurna di garis akhir dari Eden Hazard.

Hanya berselang beberapa saat, Man City meresponsnya. Jesús Navas mulai bermain satu lari kencang ke pinggir lapangan dan umpan silang melayang di depan gawang Chelsea, di mana kiper Thibaut Courtois seharusnya bisa menyambar bola untuk diselamatkan, namun ia tergelincir jatuh.

Bola jatuh ke Sergio Agüero, yang lalu meluncurkan tembakan ke arah tiang jauh yang oleh David Silva dibelokkan ke dalam gawang. Pellegrini tampak menari-nari gembira sementara Mourinho kesal. Satu kesempatan memimpin di babak pertama hilang begitu cepat.

Istirahat tampaknya menyedot semua semangat berlaga keluar dari pertandingan. Tim tidak benar-benar bermain menyerang lagi.