5 Alasan Rekor Gol Terbanyak Bakal Tembus

4

Rekor gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Dunia adalah 171 gol, tercipta tahun 1998 di Prancis. Tahun ini rekor itu terancam tertembus. Sejauh ini sudah 154 gol tercipta, dan masih ada delapan laga sisa. Diperkirakan angka 171 gol itu akan terlampaui entah di semifinal atau di final nanti. Kalau kamu sempat nonton Piala Dunia 2006 di Jerman […]

5 Alasan Rekor Gol Terbanyak Bakal Tembus - berita Internasional Piala Dunia

Rekor gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Dunia adalah 171 gol, tercipta tahun 1998 di Prancis. Tahun ini rekor itu terancam tertembus. Sejauh ini sudah 154 gol tercipta, dan masih ada delapan laga sisa. Diperkirakan angka 171 gol itu akan terlampaui entah di semifinal atau di final nanti.

Kalau kamu sempat nonton Piala Dunia 2006 di Jerman dan 2010 di Afrika Selatan, maka keduanya sudah terlewati jauh. Tahun 2006 hanya 147 gol, 2010 hanya 145 gol.

Banjir gol ini seperti sudah terjanjikan dengan laga perdana turnamen Brasil-Kroasia: 3-0!

Jika rekor terlampaui, maka ini adalah jumlah gol terbanyak dalam satu turnamen dalam sejarah bola.

Memiliki 32 tim bertanding – format Piala Dunia sejak tahun 1998 – tentu akan menghasilkan gol lebih dari turnamen-turnamen sebelumnya yang hanya 24, 16 atau sedikitnya 13 tim.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa rekor gol bakal tembus tahun ini:

■ Stamina: Berterimakasihlah untuk para pelatih kebugaran mereka.

Tim sudah siap luar biasa untuk panas, kelembaban dan perjalanan yang melelahkan di antara tempat yang sangat luas seperti Brasil.

Pemain mampu mengatasi pengerahan tenaga dan akumulasi kelelahan pertandingan setiap lima atau enam hari.

Stamina yang lebih baik dan juga daya tahan memungkinkan tim untuk menyerang dengan kecepatan yang lebih tinggi untuk waktu yang kontinu dan lebih lama.

Pemain menjadi loyo di beberapa tempat yang panas dan setelah masuk ke perpanjangan waktu. Satu pemain Prancis bahkan masuk gawat darurat karena dehidrasi. Tapi hasilnya  tidak akan sedramatis jika hal ini terjadi 10 atau 20 tahun yang lalu.

■ Lokasi Menyenangkan: Tim dari benua Amerika tampak sangat nyaman dengan suhu dan hawa Brasil. Mereka menyapu setengah dari 16 tempat terakhir.

■ Pemain depan lagi mood: Para penyerang yang lupa untuk membawa sepatu kesayangan mereka di Afrika Selatan tidak lupa untuk membawanya tahun ini ke Brasil. Arjen Robben dan Robin van Persie secara bersama-sama hanya mencetak tiga gol untuk Belanda pada tahun 2010. Di Brasil, mereka masing-masing sudah mencetak tiga gol sebelum babak  perempatfinal untuk mencetak gol lebih banyak lagi melawan Kosta Rika.

Lima gol dibuat Thomas Mueller yang menjadi top scorer pada tahun 2010, tapi saat ini lima gol tidak akan cukup di Brasil. James Rodriguez sudah punya lima untuk Kolombia. Bermain tanpa gol di Afrika Selatan, Lionel Messi kini sudah mencetak empat untuk Argentina. Begitu juga Mueller dan Neymar.

“Kami berpikir bahwa salah satu alasan utama kita memiliki begitu banyak gol adalah karena kita memiliki generasi baru striker yang luar biasa,” kata  Gerard Houllier dari FIFA.

■ Taktik: Pelatih mendapatkan hadiah setelah berani memasang strategi menyerang.

Melawan Iran, misalnya, Argentina memasang tiga penyerang sekaligus pada diriMessi, Gonzalo Higuain dan Sergio Aguero – hampir terlalu banyak senjata.

Beberapa tim hanya turun dengan tiga pemain di pertahanan, memungkinkan bek penuh untuk maju menjelajah ke depan, merambah lini tengah dan memungkinkan para gelandang untuk maju membantu di zona bahaya. Ada pula tim yang bisa mengubah dari bertahan ke menyerang balik secepat kilat, seperti yang Chile lakukan saat mempermalukan Spanyol 2-0.

“Beberapa game sudah seperti hoki atau basket, pemain pergi dari satu sisi lapangan ke sisi lapangan yang lain,” kata Houllier.

■ Bola: Bola untuk Piala Dunia 2010 dikritik karena terlalu sulit dikontrol. Tapi bola untuk turnamen 2014 telah bekerja dengan baik, terbukti Rodriguez bisa dengan mudah menjatuhkan bola dengan dadanya dan lalu melakukan tendangan voli untuk menjebol gawang. Tim mendapat bola yang sama beberapa bulan di depan agar memperoleh kesempatan berlatih dengannya.

■ Pengetahuan telah menyebar ke mana-mana: Dengan globalisasi, kesenjangan dalam keterampilan dan pengetahuan sepakbola antara tim yang terbaik dan terburuk terus menyusut. Bermain di luar negeri juga membuat para pemain bisa membawa pulang pengalaman itu ke rumah, serta memperkuat mereka. Campur tangan pelatih asing telah membantu juga. Sebanyak 23 pemain Kosta Rika merumput di 11 negara berbeda, dan memiliki pelatih dari Kolombia. Mereka mengalahkan mantan juara Uruguay dan Italia, menantang juara Eropa 2004 Yunani, dan kini dalam perjalanan mereka menuju perempat final mereka hari Sabtu.

“Tidak mudah untuk mengalahkan bahkan negara-negara yang lebih kecil. Semua orang meningkatkan teknis, taktik dan fisik, sehingga sepakbola dunia berkembang,” kata bek Prancis Mamadou Sakho.