Akankah FIFA Izinkan Thiago Silva Turun vs Jerman?

5

CBF (PSSI-nya Brasil) hari Senin memicu sebuah kontroversi setelah merilis sebuah pernyataan yang menuntut FIFA mengizinkan kapten mereka Thiago Silva turun di laga semifinal vs Jerman. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengatakan, mereka ingin FIFA membatalkan kartu kuning yang diberikan wasit kepada Silva saat laga perempatfinal atas Kolombia, Sabtu dinihari WIB lalu, yang dimenangkan tuan rumah, 2-1. Menurut CBF, […]

Akankah FIFA Izinkan Thiago Silva Turun vs Jerman? - berita Internasional Piala Dunia

CBF (PSSI-nya Brasil) hari Senin memicu sebuah kontroversi setelah merilis sebuah pernyataan yang menuntut FIFA mengizinkan kapten mereka Thiago Silva turun di laga semifinal vs Jerman.

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengatakan, mereka ingin FIFA membatalkan kartu kuning yang diberikan wasit kepada Silva saat laga perempatfinal atas Kolombia, Sabtu dinihari WIB lalu, yang dimenangkan tuan rumah, 2-1. Menurut CBF, kartu kuning atas Silva  “tidak adil” dan karenanya harus diperbolehkan untuk menghadapi Der Panzer di Belo Horizonte.

Kapten Thiago Silva mendapat dua kartu kuning kumulatif yang seharusnya tidak mengizinkannya turun main lawan Jerman, Rabu dinihari WIB.

Jika banding Brasil atas hukuman Silva gagal, mereka akan masuk lapangan melawan Jerman dengan kehilangan dua pemain kunci setelah penyerang Neymar juga cedera.

Asosiasi Brasil juga menuntut FIFA meluncurkan penyelidikan atas “tindakan penuh kekerasan” oleh bek Kolombia Juan Zuniga yang meyebabkan striker kiri Neymar terpaksa pensiun dini dari turnamen.

Zuniga telah meminta maaf atas peristiwa itu tetapi menegaskan tidak ada niatnya untuk mencederai lawan.

Neymar sembari menangis mengatakan, “Saya tidak bisa merasakan kaki saya!” setelah lutut Zuniga menabrak punggungnya, kata pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari kepada harian olahraga Spanyol, Marca. Perkataan itu menyebabkan seluruh tim panik. Bek kiri Marcelo adalah pertama kali menjumpai Neymar, yang belakangan diketahui mengalami patah ruas tulang belakang.

Marcelo berlutut di samping Neymar dan ketika ditanya bagaimana perasaannya, menurut Scolari. “Dia menjawab: ‘Aku tidak bisa merasakan kaki saya!’,” tambah sang pelatih.

Marcelo berteriak untuk tim dokter, tetapi pada saat itu dokter tidak diperbolehkan masuk ke lapangan.

Namun, gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger mengatakan, ketiadaan Neymar bisa menyebabkan masalah baru untuk timnya. “Ini akan menyebabkan (Brazil) bersatu dan mereka berkeinginan memenangkan gelar untuknya,” kata Schweinsteiger.

Schweinsteiger, yang akan memainkan laga ke-107 bersama timnas Rabu dinihari WIB nanti, mengatakan dirinyalebih suka tanding melawan Brasil di partai final, bukan sebelumnya. “Ini suatu kehormatan dan tantangan untuk bermain melawan tuan rumah, tapi itu akan lebih baik jika bermain melawan Brasil di final,” katanya.

“Tidak peduli berapa banyak pengalaman yang Anda miliki, tapi bermain melawan tuan rumah di sebuah negara gilabola ini adalah sebuah kehormatan.”

Pertandingan Rabu dinihari WIB adalah pertemuan kedua mereka dalam sejarah Piala Dunia. Laga sebelumnya adalah final Piala Dunia 2002 yang dimenangkan oleh Brasil di Jepang.