Alasan Mengapa Brasil Kalah 1-7 vs Jerman di Semifinal Piala Dunia

306

Setidaknya ada tiga alasan mengapa Jerman sampai bisa mempreteli tim tuan rumah Brasil dengan skor 1-7 di babak semifinal Rabu pagi WIB lalu. Analisa ini disampaikan oleh Zico, mantan pemain Brasil untuk tiga kali Piala Dunia, yakni tahun 1978, 1982, dan 1986. Zico, seringkali disebut sebagai ‘Pele putih’ karena keterampilan main bolanya, menjelaskan. Pertama, tim […]

Internasional Piala Dunia  - Alasan Mengapa Brasil Kalah 1-7 vs Jerman di Semifinal Piala Dunia

Setidaknya ada tiga alasan mengapa Jerman sampai bisa mempreteli tim tuan rumah Brasil dengan skor 1-7 di babak semifinal Rabu pagi WIB lalu. Analisa ini disampaikan oleh Zico, mantan pemain Brasil untuk tiga kali Piala Dunia, yakni tahun 1978, 1982, dan 1986.

Zico, seringkali disebut sebagai ‘Pele putih’ karena keterampilan main bolanya, menjelaskan.

Pertama, tim di Piala Dunia ini sama dengan yang main dan menang di Confederation Cup tahun 2013 lalu. Akibatnya, semua tim yang akan bertemu Brasil punya waktu setahun untuk mempelajari taktik, cara bermain, dan polah pemain-pemain Brasil melalui video-video Confederation Cup.

“Kita tidak punya alternatif,” kata Zico soal pendekatan taktis Brasil untuk Piala Dunia ini. “Mereka tetap fokus sepenuhnya pada keberhasilan Confederation Cup 2013. Mereka terus menggunakan formasi yang sama dan tim yang sama. Semua orang punya waktu satu tahun untuk memikirkan strategi yang tepat untuk bermain melawan Brasil.”

Kedua, tidak ada satu pun pemain utama Brasil ini adalah pemain utama di klubnya masing-masing.

“Jika Anda melihat para starter di tahun lalu, tidak satupun dari mereka adalah pemain kunci di klub mereka,” katanya. “Lihatlah Neymar, pemain terbaik di Brasil, tapi berapa kali dia duduk di bangku cadangan Barcelona musim lalu? Fred, Marcelo, Hulk semua bermain tidak konsisten. Bahkan David Luiz dan Oscar, Anda tidak bisa mengatakan mereka adalah pilihan pertama di Chelsea.”

Terakhir, semua pemain terbaik Brasil tidak berada di liga domestik, tapi malah berkelana di klub-klub Eropa.

“(Pep) Guardiola selalu mengatakan gayanya, pendekatannya terinspirasi oleh tim nasional Brasil, tapi sekarang kita tidak memiliki gaya itu,” kata Zico lagi.

“(Johan) Cruyff mengatakan kita tidak bermain sepakbola Brasil dengan benar. (Jose) Mourinho mengatakan tampaknya kita tidak tahu bagaimana cara menggunakan bakat-bakat terbaik untuk bermain sepak bola secara benar. Saya tidak tahu mengapa kita tidak mendengarkan saran dari para pemikir besar sepakbola.”

Menjaga para pemain berbakat agar tetap tinggal di liga Brasil adalah langkah pertama yang penting pemulihan sepakbola Brasil, kata Zico.

“CBF (PSSI-nya Brasil) perlu mengundang semua pemilik klub di Brasil untuk rapat dan menanyakan apa yang mereka butuhkan untuk memastikan nama-nama besar, pemain terbaik, bermain setiap hari Minggu di Brasil, bukan di Eropa,” tegas si Pele Putih itu.

Selain itu Zico juga mengusulkan agar pelatih Luis Felipe Scolari dan asistennya Carlos Alberto Parriera dihentikan dari posisinya dan diberi ucapan terima kasih. Timnas Brasil membutuhkan perubahan drastis untuk memulihkan kondisi dan mental para pemain.