Angel Di Maria Korban Strategi Marketing Real Madrid

11

Kurang lebih beginilah yang ada dalam kepala Florentino Perez, presiden Real Madrid saat ini. Pembeli jersey klub orangnya terbatas, hanya itu-itu saja. Jumlahnya menurut data terbaru adalah: 1,58 juta kaos baru terjual setiap tahunnya di seluruh dunia. Untuk urusan jual kaos klub, Real Madrid nomor satu di dunia, mengalahkan Manchester United dengan selisih beberapa puluh […]

Angel Di Maria Korban Strategi Marketing Real Madrid - berita Internasional Liga Inggris Liga Spanyol
Kurang lebih beginilah yang ada dalam kepala Florentino Perez, presiden Real Madrid saat ini. Pembeli jersey klub orangnya terbatas, hanya itu-itu saja. Jumlahnya menurut data terbaru adalah: 1,58 juta kaos baru terjual setiap tahunnya di seluruh dunia.

Untuk urusan jual kaos klub, Real Madrid nomor satu di dunia, mengalahkan Manchester United dengan selisih beberapa puluh ribu kaos saja.

Mereka harus dirangsang untuk tiap tahun beli dan beli lagi. Itulah sebabnya klub rajin mengganti desain dan warna kaos klub, agar yang lama segera kelihatan usang, dan fans dipaksa membeli yang terbaru agar tidak ketinggalan zaman.

Tidak heran jika akhirnya ada desain klub warna fuchsia, atau mirip pink, dan ternyata laris di kalangan gilabola perempuan. Pilihan warna serupa yang ngejreng bakal sering ada di masa depan.

Selain itu, apalagi yang bisa menaikkan penjualan merchandise klub? Jika pemain lama dan pemain baru dibandingkan, mana yang lebih banyak mendatangkan penjualan pernak-pernik klub, seperti kaos, sepatu, bola?

Pemain baru tentu saja. Itulah sebabnya, sampai kapan pun, selama Florentino Perez menduduki jabatan presiden klub, kebijakan yang sama akan dijalankan, yakni terus menerus mendatangkan pemain bintang baru setiap musimnya.

Dengan begitu Angel Di Maria cuma menjadi korban strategi marketing Real Madrid. Ia bermanfaat bagi tim, gelandang yang cakap, tapi tidak berguna untuk penjualan merchandise.

Jumlahnya akan selalu kalah dengan jersey pemain baru. Dan Real Madrid selalu percaya bisa mendatangkan pemain lain yang lebih bermanfaat dan lebih besar lagi untuk menggantikan Angel Di Maria.

Tidak heran pemain Argentina itu memilih hengkang. Gajinya kecil. Jauh lebih kecil dibandingkan Ronaldo yang selalu disuplainya dengan umpan-umpan akurat.

Seorang mantan bek Real Madrid Christoph Metzelder mengkonfirmasi, adalah bagian dari filosofi klub untuk selalu membawa pemain yang lebih besar, terlepas dari kualitas skuad saat ini.

The Blancos menggantikan Angel Di Maria dan Xabi Alonso dengan James Rodriguez dan Toni Kroos musim panas ini dan Metzelder menekankan bahwa itu bagian dari strategi pemasaran Madrid untuk selalu berusaha untuk membawa nama besar masuk.

“Itu bagian dari strategi Madrid untuk selalu menandatangani bintang baru. Mereka memiliki perasaan bahwa mereka tidak mampu melalui musim panas tanpa transfer besar,” kata Metzelder.

“Mereka adalah tim terbaik di Eropa saat ini sebagai pemenang Liga Champions, namun mereka tetap membawa pemain baru untuk posisi penting. Cristiano Ronaldo adalah salah satu yang tidak akan diapa-apakan, ditambah beberapa pemain internasional Spanyol. Semua orang lain bisa dipertukarkan.”

“Ketika seorang pemain terkenal di sebuah turnamen, dia akan menjadi pilihan menarik bagi Madrid. Real Madrid adalah sebuah merek global dan membangun merek Anda sama pentingnya dengan membangun sepak bola itu sendiri.

“Angel Di Maria tidak cukup terkenal bagi merek Madrid. Tetapi jika Anda bertanya pada rekan satu timnya, mereka semua mungkin mengatakan bahwa Madrid seharusnya tidak menjualnya. Hal yang sama berlaku untuk Mesut Oezil tahun lalu.”

Angel Di Maria Korban Strategi Marketing Real Madrid - berita Internasional Liga Inggris Liga Spanyol

Florentino Perez adalah seorang pebisnis dan mantan politisi. Ia bukan pesepakbola. Tidak mengherankan jika pertimbangan bisnis sangat mengemuka dibandingkan memuaskan para penggemar Real Madrid