Apes Bener Pemain Sepakbola Ini: Blunder Sekali, Bunuh Diri Sekali

Jika ada pemain sepakbola yang mengalami hari buruk dalam hidupnya, mungkin ini dia orangnya. Dia berbuat bukan satu kali, tapi dua kali kesalahan yang berujung pada kekalahan timnya. Dalam laga pertandingan sepakbola antara Rayo Vallecano vs Real Betis ini, pada menit 14 ia menerima umpan di dalam kotak penalti sendiri. Bukannya segera membersihkan bola dari […]

Internasional Liga Spanyol Xtra Time  - Apes Bener Pemain Sepakbola Ini: Blunder Sekali, Bunuh Diri Sekali

Jika ada pemain sepakbola yang mengalami hari buruk dalam hidupnya, mungkin ini dia orangnya. Dia berbuat bukan satu kali, tapi dua kali kesalahan yang berujung pada kekalahan timnya.

Dalam laga pertandingan sepakbola antara Rayo Vallecano vs Real Betis ini, pada menit 14 ia menerima umpan di dalam kotak penalti sendiri.

Bukannya segera membersihkan bola dari dalam penalti, pemain bernama lengkap Paulo Afonso Santos Júnior ini mengoper bola dengan lembut kembali ke kiper, berpikir dia memiliki semua waktu yang tersisa di dunia ini. Dia salah besar, dan pemain Rayo mencuri bola itu serta melewati kiper Betis untuk memimpin 1-0.

Hanya berselang 13 menit kemudian, Paulo mengulangi kesalahan yang serupa.

Ketika itu tim Rayo mencoba sebuah serangan, satu umpan silang diarahkan ke tiang dekat, Paulo berada di dekat posisi itu. Dia mengayunkan kaki untuk membersihkan, tapi bola menyimpang sedikit saja dari kakinya. Kipernya terlalu lambat untuk bereaksi, dan gooool, Betis ketinggalan 2-0.

Apes bener pemain sepakbola ini: blunder sekali, bunuh diri sekali.

Paulo sampai terjatuh, menangis, merasa sangat malu, sampai-sampai harus dibantu berdiri dan dihibur oleh pemain kedua kubu. Dia bisa bermain, tapi Paulo yang merasa telah mempermalukan diri sendiri, klub, dan nama keluarganya meminta dirinya diganti.

Pemain Brasil itu kemudian memberi isyarat ke bangku untuk melakukan hal itu, yang mereka lakukan lima menit kemudian.

Real Betis saat itu berada di tempat terakhir La Liga, dan akhirnya terdegradasi ke Segunda Division. Paulo adalah bek tengah di tim itu.

Entah apa ada cerita pemain sepakbola yang lebih apes lagi daripada ini.