Aturan Keunggulan Gol Tandang Di Liga Champions Akan Ditinjau Ulang

Aturan soal gol tandang di Liga Champions dan Liga Europa akan ditinjau kembali, karena cenderung menguntungkan tim yang bertandang di […]

Aturan Keunggulan Gol Tandang Di Liga Champions Akan Ditinjau Ulang

Aturan soal gol tandang di Liga Champions dan Liga Europa akan ditinjau kembali, karena cenderung menguntungkan tim yang bertandang di leg kedua.

Presiden FIFA Sepp Blatter telah menyerukan agar aturan soal gol tandang di Liga Champions dan Liga Europa ditinjau kembali.

Blatter ingin agar sistem itu, di mana tim yang telah mencetak gol tandang terbanyak menang jika angka agregat setelah dua leg sama kuat (sebuah sistem yang telah digunakan sejak tahun 1965 di kompetisi Eropa, dan masih berlaku di Liga Champions dan Liga Europa) ditinjau ulang.

Menurutnya, aturan itu lebih memihak atau menguntungkan tim yang bertandang di leg kedua karena jika laga-laga ini berakhir melalui perpanjangan waktu karena skor agregat sama kuat, maka berarti akan ada lebih banyak waktu untuk mencetak gol tandang. Atau dengan kata lain tim tamu diuntungkan dengan adanya perpanjangan waktu.

Dalam kolomnya di majalah Weekly FIFA, Swiss mengatakan: “Ini adalah waktu untuk mengkaji ulang sistem. Sepakbola telah berkembang sejak tahun 1960-an, sehingga aturan gol tandang mungkin sekarang dipertanyakan. Apakah gol tandang ketentuan yang masih masuk akal?”

“Idenya berawal saat laga tandang waktu itu (tahun 1960-an) menyusahkan, sering melibatkan perjalanan yang panjang dan sulit, dan kondisi bermain yang bervariasi.”

“Pada kenyataannya, itu menguntungkan klub yang main tandang di leg kedua. Jika skor agregat sama kuat, tim yang memiliki 30 menit lebih dari lawan mereka mencetak gol tandang yang berharga. Apalagi, di leg pertama tidak ada perpanjangan waktu.”

“Ketidakseimbangan semacam telah dibuang di berbagai kompetisi. Aturan gol tandang tidak lagi digunakan di semi final playoff untuk laga promosi (naik divisi) di sepakbola Inggris.”

Blatter telah menyarankan menirukan playoff MLS di Amerika Serikat dan di Liga Champions CONCACAF – di mana gol tandang hanya dihitung ‘ganda’ di akhir waktu normal di leg kedua, bukan di perpanjangan waktu.

Sepakbola.cc