Banding Thiago Silva Ditolak FIFA!

Tim Brasil dua hari lalu mengajukan banding agar kapten mereka, Thiago Silva, boleh turun membela tuan rumah pada partai semifinal melawan Jerman, Rabu dinihari WIB, sekali pun terkena dua kartu kuning. Mereka berharap bisa mengulangi preseden hukum tahun 1962, ketika Garrincha diizinkan turun di final oleh FIFA sekalipun baru saja terkena kartu merah di partai sebelumnya. Kali […]

Internasional Piala Dunia  - Banding Thiago Silva Ditolak FIFA!

Tim Brasil dua hari lalu mengajukan banding agar kapten mereka, Thiago Silva, boleh turun membela tuan rumah pada partai semifinal melawan Jerman, Rabu dinihari WIB, sekali pun terkena dua kartu kuning.

Mereka berharap bisa mengulangi preseden hukum tahun 1962, ketika Garrincha diizinkan turun di final oleh FIFA sekalipun baru saja terkena kartu merah di partai sebelumnya.

Kali ini banding itu ditolak! Kapten Silva tidak boleh turun main di semifinal vs Jerman.

Dengan begitu, Brasil akan kehilangan dua orang sekaligus: Neymar yang sebelumnya sudah dipastikan cedera ruas tulang belakang, dan Thiago Silva. Ini merupakan sebuah pukulan moral untuk tim.

Dengan kehilangan dua pemain kunci, Jerman kini lebih difavoritkan menang daripada negara tuan rumah.

Silva, sang jenderal pertahanan Brasil, menerima kartu kuning kedua di turnamen untuk usahanya menghalangi kiper Kolombia  dalam partai perempatfinal yang berakhir 2-1.

Komite Disiplin FIFA yang meninjau banding Silva menolak banding dengan pertimbangan, “Tidak ada dasar hukum yang memberi hak untuk mengabulkan permintaan tersebut.”

Kartu kuning kedua Silva itu diberikan wasit setelah terjadi sekitar 40 pelanggaran lain dalam laga yang disebut-sebut memperlihatkan “kelemahan dan ketidaktegasan wasit.” Brasil berpendapat pelanggaran itu tidak cukup serius untuk mendapatkan peringatan.

Menurut aturan FIFA, pemain yang tampil di semifinal akan memiliki catatan bersih, dengan kartu yang terakumulasi dalam game sebelumnya dihapuskan, guna memastikan siapa pun yang dikartukuning tidak akan kehilangan partai final, jika lolos.

Kasus banding ini menjadi sorotan banyak pihak karena ada tuduhan pilih kasih terhadap negara tuan rumah. Salah satu tuduhan itu dibuat oleh pelatih Kroasia Robert Kovac yang mempertanyakan keputusan wasit untuk memberikan tuan rumah tendangan penalti melawan timnya di laga pembukaan.