Begini Cara Presiden FIFA Menjilat Amerika

6

Hampir semua bagian dunia sepakbola melontarkan rasa tidak percaya ketika Qatar mengalahkan Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keputusan itu diambil di sidang FIFA bulan Desember 2010. Hampir empat tahun kemudian, Presiden FIFA Sepp Blatter memiliki pesan baru untuk para penggemar sepakbola Amerika Serikat: Bersabarlah! Berbicara dalam sebuah wawancara pada kesempatan Konvensi Soccerex […]

Begini Cara Presiden FIFA Menjilat Amerika - berita Internasional Piala Dunia
Hampir semua bagian dunia sepakbola melontarkan rasa tidak percaya ketika Qatar mengalahkan Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keputusan itu diambil di sidang FIFA bulan Desember 2010. Hampir empat tahun kemudian, Presiden FIFA Sepp Blatter memiliki pesan baru untuk para penggemar sepakbola Amerika Serikat: Bersabarlah!

Berbicara dalam sebuah wawancara pada kesempatan Konvensi Soccerex di Manchester, Inggris, Blatter mengatakan Piala Dunia 2026 seharusnya diselenggarakan di Amerika Serikat.

“Jika Anda melihat rotasi Piala Dunia maka seharusnya kembali ke Afrika atau ke Amerika,” kata Blatter kepada ESPNFC.

Blatter mengatakan lebih lanjut:

“Dan karena kita baru saja [Piala Dunia] di Amerika Selatan, saya pikir Amerika Utara memiliki peluang yang lebih baik daripada Amerika Selatan, jika saya mempertimbangkan, katakanlah, logika perputaran dari Piala Dunia.”

“Mungkin sekarang ada kesempatan komersial yang luar biasa di Amerika Serikat karena ledakan pertumbuhan pemirsa televisi [sepakbola] dan bahwa Piala Dunia juga telah mendorong permainan [sepakbola] domestik. Kami melakukannya dengan baik ketika pertama kali [Piala Dunia] pergi ke Amerika Serikat, tetapi peluangnya lebih besar sekarang. Bisakah Anda melihat kemungkinan-kemungkinan itu untuk Piala Dunia selanjutnya setelah Qatar?”

Tapi Blatter juga mengangkat kemungkinan tuan rumah bersama Uruguay dan Argentina pada tahun 2026, empat tahun sebelum peringatan 100 tahun Piala Dunia pertama, yang diselenggarakan oleh Uruguay pada tahun 1930.

“Uruguay [punya] sejarah besar dalam permainan [sepakbola] tetapi sebuah negara yang sangat kecil. Sulit bagi mereka untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Uruguay-Argentina bersama-sama? Ya,” kata Blatter.

Keputusan FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah 2022 sudah menimbulkan banyak kecurigaan. Demikian juga keputusan atas Rusia 2018. FIFA sudah mengadakan satu penyelidikan internal atas masalah ini, namun hasilnya kemungkinan besar tidak akan diumumkan kepada publik.

Blatter kemungkinan akan terpilih untuk masa jabatan kelima sebagai presiden FIFA, Mei 2015 mendatang, dan ketika ditempatkan dalam konteks itu, ada dua cara untuk melihat komentarnya tentang acara Piala Dunia 2026. Mungkin itu cara Blatter mengambil hati Amerika agar ikut memilihnya sebagai presiden FIFA periode berikutnya.