Beginilah Distribusi Uang Dari FIFA ke Timnas, Pemain, dan Klub

17

Turnamen Piala Dunia yang paling mahal yang pernah ada akan menghasilkan puluhan trilyun rupiah untuk FIFA, belasan sampai ratusan milyar rupiah bagi tiap negara peserta, serta beberapa milyar rupiah saja untuk setiap orang dari 700-an pemain terpilih ikut serta. Turnamen tahun 2014 ini menghasilkan pendapatan mendekati US$ 4,5 miliar (Rp 51,2 trilyun), hasil dari penjualan hak siar televisi, sponsor, hotel, […]

Beginilah Distribusi Uang Dari FIFA ke Timnas, Pemain, dan Klub - berita Internasional Piala Dunia
Turnamen Piala Dunia yang paling mahal yang pernah ada akan menghasilkan puluhan trilyun rupiah untuk FIFA, belasan sampai ratusan milyar rupiah bagi tiap negara peserta, serta beberapa milyar rupiah saja untuk setiap orang dari 700-an pemain terpilih ikut serta.

Turnamen tahun 2014 ini menghasilkan pendapatan mendekati US$ 4,5 miliar (Rp 51,2 trilyun), hasil dari penjualan hak siar televisi, sponsor, hotel, dan kesepakatan lisensi. Dari duit sebesar itu, FIFA menyalurkan sekitar 10%-nya saja, lebih dari US$ 400 juta (Rp 4,6 trilyun) kepada 32 negara peserta dalam bentuk hadiah-hadiah dan biaya kepesertaan.


Hadiah Pertama

Entah Jerman dan Argentina, yang akan berlaga di final, mendapatkan hadiah pertama US$ 35 juta (Rp 405 milyar) hadiah uang yang akan dibayarkan kepada federasi nasional mereka. Nilai itu lebih tinggi Rp 58 milyar dibandingkan empat tahun lalu, ketika Spanyol membawa pulang US$ 30 juta sebagai hadiah juara pertama.

Runner-up akan mendapat US$ 25 juta (Rp 290 milyar) atau naik dari US$ 24 juta pada tahun 2010. Tim juara ketiga dan keempat akan mendapatkan masing-masing US$ 22 juta (Rp 254,8 milyar) dan US$ 20 juta (Rp 231,7 milyar).

Hak Pemain

Mengenai hak 23 pemain di skuad mereka, FIFA menyerahkan pada kebijakan masing-masing  federasi nasional.

Jerman, misalnya, tahun lalu menjanjikan kepada 23 pemain mereka bonus sebesar 300.000 euro (Rp 4,7 milyar) jika berhasil memenangkan gelar Piala Dunia keempatnya.

Sebenarnya nilai segitu tidak besar-besar amat. Nilai Rp 4,7 milyar itu cuma setara gaji seminggu jika ia pemain kelas selebritis. Namun bisa setara gaji sebulan buat pemain kelas menengah. Itu setara dengan beberapa minggu ‘upah dasar’ bagi para pemain Jerman yang merumput di klub-klub kaya Eropa seperti Arsenal, Bayern Munich dan Real Madrid.

Hadiah Lainnya

Hadiah uang bagi 28 federasi bola yang tereliminasi sebelum babak semifinal berada di level yang sama seperti tahun 2010.

Perempatfinalis mendapatkan US$ 14 juta (Rp 162,1 milyar), pecundang di babak 16 mendapatkan US$ 9 juta (Rp 104,3 milyar) dan mereka yang gagal melaju dari penyisihan grup akan mendapatkan US$ 8 juta (Rp 92,6 milyar).

Bagaimana mereka akan menghabiskannya? Empat tahun lalu FIFA mengakui tidak tahu menahu apakah uang Rp 92,6 milyar yang dibayarkan kepada tim Korea Utara akan tetap tinggal di dalam federasi sepakbola di sana.

Selain itu, FIFA juga membayarkan uang sebesar US$ 1,5 juta (Rp 17,3 milyar) kepada 32 federasi bola yang lolos kualifikasi sebagai uang persiapan jelang putaran final turnamen, naik dari uang receh US$ 500.000 (Rp 5,8 milyar) saat Piala Dunia 2010.

Uang sebesar Rp 17,3 milyar itu semestinya membantu membayar biaya-biaya untuk kamp pelatihan sebelum tiba di Brasil dan menyelesaikan masalah bonus pemain yang secara tradisional menghantui tim-tim Piala Dunia, terutama dari benua Afrika.

Dibayar untuk Bermain

Seperti biasa, persoalan bonus membelit tim-tim Afrika yang memiliki masalah ketidakpercayaan terhadap pejabat sepakbola terpilih.

Tiga dari lima tim Afrika – Kamerun, Ghana dan Nigeria – terganggu oleh masalah pembayaran semacam ini.

Skuad Kamerun tiba satu hari terlambat setelah menolak naik pesawat, memaksa federasi mereka untuk mengambil pinjaman guna memastikan pemain mendapat bayaran.

Pemerintah Ghana menerbangkan US$ 3 juta secara tunai – setelah pemerintah Brasil membebaskan masalah pajak atas uang masuk itu – untuk mencegah ancaman pemogokan oleh para pemain yang sebelumnya dijanjikan pembayaran antara Rp 868 juta sampai Rp 1,15 milyar per orang .

Pemain Nigeria membatalkan satu sesi latihan sebelum laga terakhir 16 Besar melawan Prancis untuk memastikan pembayaran bonus. Setiap pemain dijanjikan Rp 115 juta untuk setiap kemenangan di penyisihan grup, dan bisa mendapatkan Rp 1,12 milyar jika sampai merebut gelar juara.

Sekjen FIFA Jerome Valcke menyatakan, sangat menyedihkan jika masalah bonus uang menyebabkan para pemain tidak mau bermain sepakbola.

Dia berjanji bahwa di masa depan, FIFA akan terlebih dulu mendapatkan kesepakatan tertulis dari para federasi bahwa pemain yang dikontrak telah menerima uang mereka sebelum tiba di Rusia pada turnamen tahun 2018.

Jatah Klub

Klub yang melepaskan 736 pemain milik mereka untuk ambil bagian di Piala Dunia juga akan mendapatkan bagian dari pendapatan FIFA.

FIFA telah menyiapkan dana sebesar US$ 70 juta (Rp 811 milyar) guna didistribusikan pada tingkat kesepakatan US$ 2.800 (Rp 32,4 juta) per pemain per hari yang bertugas di Piala Dunia. Uang itu dibagi rata antara klub tiap pemain saat ini dan klub lainnya di mana ia tergabung selama dua tahun sebelumnya saat masa-masa kualifikasi. Jadi tak ada klub yang merasa dirugikan karena melepas pemain mereka ikut serta Piala Dunia.

Tim Aljazair

Timnas Aljazair yang tersisih di babak 16 Besar, dan karenanya akan mendapatkan uang sebesar Rp 104,3 milyar, dikabarkan akan menyerahkan hadiah mereka seluruhnya kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Beginilah Distribusi Uang Dari FIFA ke Timnas, Pemain, dan Klub - berita Internasional Piala Dunia