Beginilah Perang Bola di Kalangan Maskapai Penerbangan

Emirates muncul dari balik pasir sebuah negeri kecil di padang gurun dan dalam 30 tahun sudah berkembang menjadi maskapai penerbangan No 1 di dunia. Salah satunya berkat jasa sepakbola. Emirates dikabarkan membayar sekitar 100 juta US dollar (setara Rp 1,1 Trilyun) kepada FIFA guna memungkinkan maskapai berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, itu untuk memasang […]

Internasional Piala Dunia  - Beginilah Perang Bola di Kalangan Maskapai Penerbangan

Emirates muncul dari balik pasir sebuah negeri kecil di padang gurun dan dalam 30 tahun sudah berkembang menjadi maskapai penerbangan No 1 di dunia. Salah satunya berkat jasa sepakbola. Emirates dikabarkan membayar sekitar 100 juta US dollar (setara Rp 1,1 Trilyun) kepada FIFA guna memungkinkan maskapai berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, itu untuk memasang sebanyak mungkin pramugari mereka berdampingan dengan tim juara dunia.

Sponsorship yang Emirates lakukan telah membuat iri banyak maskapai dari Timur Tengah lainnya.Internasional Piala Dunia  - Beginilah Perang Bola di Kalangan Maskapai Penerbangan

Emirates juga memasang logonya di banyak klub bola Eropa. Kalimat “Fly Emirates” ada di jersey pemenang Liga Champions Real Madrid, juga Paris Saint-Germain, FC Arsenal dan AC Milan, empat dari 10 klub Eropa paling kaya raya.

Dana sebesar Rp 2,98 Trilyun yang dibayarkan Emirates ke Arsenal untuk kontrak lima tahun setara dengan lima kali lipat keseluruhan dana marketing Lufthansa, maskapai penerbangan Jerman.

Sekarang, dengan Jerman menjadi juara dunia baru, empat pemainnya –Mesut Ozil, Sami Khedira, Lukas Podolski and Per Mertesacker– tidak akan mempopulerkan nama Lufthansa, melainkan justru Emirates karena mereka pemain-pemain keempat klub di atas. Juga Ezequiel Lavezzi dari Argentina.

Di masa depan tantangan bagi Emirates cukup besar karena pesaing mereka di Teluk, Qatar Airways akan menjadi tuan rumah turnamen tahun 2022. Qatar saat ini menjadi sponsor Barcelona, yang salah satu pemainnya, Lionel Messi, baru saja diberi gelar sebagai pemain terbaik 2014. Kontrak Qatar di Barcelona itu bernilai Rp 486 Milyar, menurut perusahaan konsultansi Deloitte.

Sementara Etihad Airways, salah satu penerbangan negara Teluk lainnya terikat kontrak senilai Rp 7,96 Trilyun selama 10 tahun untuk memasang emblem Etihad di jersey milik Manchester City.

Di tengah persaingan sengit dengan duit besar itu, maskapai Eropa berbasis biaya rendah berusaha ikut serta dengan marketing berbiaya rendah. Air Berlin misalnya menggunakan badan pesawat untuk mempromokan hal serupa tanpa musti membayar hak cipta, dan menawarkan tiket gratis ke Brasil bagi penumpang yang beruntung.

Lufthansa kini mencoba mengejar ketertinggalan dengan sejumlah cara. Mereka adalah maskapai yang dicarter untuk mengangkut rombongan timnas Jerman dari Brasil ke Berlin dan mendarat tanggal 15 Juli waktu setempat.

Anak perusahaan Lufthansa, Germanwings, mengecat bodi pesawat dengan nama baru “Germanwins.”