Beginilah Sistem Baru Liga Champions Mulai 2015/2016

196

Sampai dengan pengundian terakhir dua hari lalu, tim-tim unggulan Liga Champions ditetapkan berdasarkan sistem koefisien, yakni penilaian prestasi klub itu di Liga Champions lima tahun terakhir plus koefisien masing-masing liga domestik. Sebagai konsekuensinya, seperti kita lihat keanehan-keanehan. Misalnya saja Manchester City yang juara Premier League dimasukkan dalam Pot 2, bukan Pot 1 yang merupakan unggulan pertama, dan […]

Internasional Liga Champions  - Beginilah Sistem Baru Liga Champions Mulai 2015/2016

Sampai dengan pengundian terakhir dua hari lalu, tim-tim unggulan Liga Champions ditetapkan berdasarkan sistem koefisien, yakni penilaian prestasi klub itu di Liga Champions lima tahun terakhir plus koefisien masing-masing liga domestik.

Sebagai konsekuensinya, seperti kita lihat keanehan-keanehan. Misalnya saja Manchester City yang juara Premier League dimasukkan dalam Pot 2, bukan Pot 1 yang merupakan unggulan pertama, dan sebagai akibatnya jatuh satu grup dengan Bayern Munich yang juara Bundesliga.

Contoh lainnya adalah Grup A, di mana klub-klub juara dari empat liga terpisah berkumpul di satu grup, yakni Atletico Madrid (Spanyol), Juventus (Italia), Olympiacos (Yunani) dan Malmo (Swedia). Undian semacam ini tidak fair untuk Juventus yang sudah juara Serie A selama tiga musim berurutan.

Di sisi lain, Arsenal yang hanya menduduki ranking keempat Premier League musim lalu malah masuk Pot 1. Demikian juga Chelsea, ranking ketiga liga, masuk Pot 1.

Hal ini mendatangkan kritik, mempertemukan para juara (champions) liga di babak penyisihan grup bukanlah misi utama Liga Champions. Seharusnya juara-juara liga itu saling bertemu di babak-babak akhir Liga Champions, bukan di awal.

Karena itu UEFA mengubah sistem seeding atau unggulan menjadi sebagai berikut:

1. Juara dari tujuh liga teratas Eropa akan dimasukkan ke Pot 1, tidak peduli bagaimana prestasinya di lima tahun terakhir di Champions.
2. Satu posisi lagi diisi sang juara bertahan.
3. Juara Liga Europa akan otomatis masuk ke Liga Champions tahun berikutnya.
4. Urutan ketiga masing-masing grup tidak otomatis maju ke babak playoff Liga Europa dengan pertimbangan, tidak masuk akal sebuah klub yang tersisih dari kompetisi elit Eropa diberi penghargaan dengan kesempatan kedua.

Keputusan soal ini akan ditetapkan pada 18 September mendatang oleh UEFA.