Belanda dan Jerman Didesak Boikot Piala Dunia 2018 Rusia

5

Seperti yang pernah diberitakan gilabola.com sebelumnya, saat ini makin marak desakan untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia, atau bahkan membatalkannya. Semua ini gara-gara Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak di dekat perbatasan Ukraina-Rusia. Meski pun belum pasti Rusia adalah pelakunya, tapi rudal Buk hanya dimiliki oleh Rusia dan sekutunya. Dan untuk mengoperasikannya dibutuhkan kecakapan khusus […]

Internasional Piala Dunia  - Belanda dan Jerman Didesak Boikot Piala Dunia 2018 Rusia

Seperti yang pernah diberitakan gilabola.com sebelumnya, saat ini makin marak desakan untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia, atau bahkan membatalkannya.

Semua ini gara-gara Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak di dekat perbatasan Ukraina-Rusia. Meski pun belum pasti Rusia adalah pelakunya, tapi rudal Buk hanya dimiliki oleh Rusia dan sekutunya. Dan untuk mengoperasikannya dibutuhkan kecakapan khusus dan jumlah kru yang tidak sedikit. Kecurigaan umum yang muncul saat ini adalah, milisi oposisi Ukraina yang didukung Rusia adalah pihak yang bertanggung jawab menembakkan rudal tersebut.

Dari 298 orang di atas pesawat MH17, terdapat 198 orang berwarganegaraan Belanda, 11 warga negara Indonesia, dan sejumlah negara lain.

Bekas pemain timas Belanda Johan van ‘t Schip adalah yang pertama mendesak asosiasi sepak bola Belanda (KNVB) untuk memboikot Piala Dunia 2018 Rusia. Sementara itu sejumlah politisi Jerman saat ini memimpin upaya membatalkan Rusia sebagai tuan rumah 2018, dengan alasan negara tersebut tidak bertanggung jawab.

“Panggilan untuk KNVB Belanda, pemerintah dan #FIFA untuk #boycott # WorldCup2018 di Rusia #MH017,” kata Van ‘t Schip di akun Twitternya.

“Sebuah negara yang bahkan tidak dapat menjamin bahwa sebuah pesawat dapat terbang di atas wilayahnya tanpa masalah, tidak akan mampu mengatur Piala Dunia,” kata Michael Fuchs dari partai Christian Democratic Union (CDU).

Politisi percaya bahwa boikot Piala Dunia ini akan berdampak daripada sanksi ekonomi yang sedang dibahas di Brussels. “Pembatasan perdagangan terlalu enteng untuk Rusia. Sebagai negara dengan begitu banyak perbatasan, mudah bagi Rusia mengatasinya,” kata Fuchs.

Frank Steffel dari CDU mendesak FIFA untuk memastikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tahu, sebuah negara yang melanggar hak-hak warga negara tidak diperbolehkan menjadi tuan rumah Piala Dunia.

CDU bergabung dengan partai hijau dalam permohonan mereka untuk boikot. “Kita tidak boleh lagi memberikan Putin panggung untuk propagandanya,” kata anggota parlemen Dieter Janeck.