Belum Pernah Ada Kritik ke Ronaldo Lebih Pedas Daripada Ini

44

Timnas Portugal tidak mampu melewati penyisihan grup di Piala Dunia 2014 di Brasil. Tanding tiga kali, mereka kalah 0-4 vs Jerman (yang akhirnya menjadi juara dunia), draw 2-2 vs Amerika Serikat, dan menang 2-1 vs Ghana. Berada di urutan ketiga Grup G setelah Jerman dan Amerika Serikat, pemain-pemain Portugal berkemas lebih awal dari harapan semula. […]

Internasional Liga Spanyol Piala Dunia  - Belum Pernah Ada Kritik ke Ronaldo Lebih Pedas Daripada Ini

Timnas Portugal tidak mampu melewati penyisihan grup di Piala Dunia 2014 di Brasil. Tanding tiga kali, mereka kalah 0-4 vs Jerman (yang akhirnya menjadi juara dunia), draw 2-2 vs Amerika Serikat, dan menang 2-1 vs Ghana. Berada di urutan ketiga Grup G setelah Jerman dan Amerika Serikat, pemain-pemain Portugal berkemas lebih awal dari harapan semula.

Menurut analisa pemain Kroasia Zvonimir Boban, kegagalan Portugal disebabkan oleh keegoisan dan kesombongan Cristiano Ronaldo.

Bintang Real Madrid itu sendiri terganggu oleh masalah lutut sepanjang turnamen dan muncul ketidakpuasan dari rekan-rekan satu timnya setelah ia pergi meninggalkan lapangan usai laga imbang 2-2 melawan AS.

Boban, seorang pemain veteran dengan 51 penampilan bersama tim nasional dan empat kali juara Serie A bersama Milan, mencontohkan mentalitas individu berusia 29 tahun itu dengan menunjuk ke perilakunya setelah mencetak gol terakhir Madrid di final UEFA Champions League, saat menang atas Atletico Madrid pada bulan Mei lalu.

“Ronaldo adalah pemain yang luar biasa dan ia menunjukkan itu lagi di Brasil, bahkan jika ia melewatkan sejumlah peluang,” tulis Boban dalam kolomnya untuk surat kabar Kroasia Sportske Novosti.

“Tapi cacat terbesarnya adalah cara dia melihat dirinya sendiri dan tim.”

“Dia mencetak [gol untuk skor] 4-1 di menit ke-120 dari final Liga Champions dan dirayakan seperti orang gila. Itu adalah bukti utama bahwa ia terlalu mencintai dirinya sendiri. Berita utama harusnya soal tim, bukan tentang Ronaldo.”

“Hal yang sama terjadi dengan Portugal di Brasil. Tidak ada aturan atau disiplin. Semua pemain Portugal seperti bermain sendiri-sendiri dan lebih sibuk dengan rambut dan tato mereka. Ini perilaku Hollywood!”

“Sudah nyaris seperti para pemain ingin menunjukkan ada lebih banyak lagi untuk Portugal ketimbang Ronaldo. Ini hal yang menyedihkan bahwa tim kehilangan identitasnya karena kapten mereka tidak seimbang. (Menyedihkan) baik untuk Ronaldo dan untuk seluruh generasi.”