Fatma Samoura Anggap FIFA Bertindak Demokratis dan Adil

Pengangkatan wanita asal Senegal Fatma Samoura menggantikan Markus Kattner dinilai banyak orang sebagai bagian dari reformasi yang dijalankan FIFA.

Pengangkatan wanita asal Senegal Fatma Samoura menggantikan Markus Kattner dinilai banyak orang sebagai bagian dari reformasi yang dijalankan FIFA.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kattner dipecat usai ditemukan kejanggalan dalam hal pembayaran gaji dan bonus untuk dirinya, yang bernilai jutaan pounds.

Sepuluh hari yang lalu, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan FIFA telah menunjuk Fatma Samoura sebagai sekretaris jenderal wanita pertama asal Afrika.

FIFA yakin jika Samoura akan memberi peran yang cukup vital sebab ia memiliki kemampuan dalam hal penanganan krisis manajemen.

Menurut Samoura, pengangkatan dirinya membuktikan jika FIFA bertindak demokratis.

“Penunjukan saya sebagai sekretaris jenderal FIFA menjadi bukti jika (Presiden FIFA Gianni Infantino) menginginkan seseorang yang bisa melewati batasan jenis kelamin, agama dan perbedaan sosial, serta membawa pengalaman dalam kepemimpinan tapi juga memiliki akuntabilitas dan transparansi,” ujar Samoura.

“Mungkin menurut Infantino apa yang ia cari ada didalam profil saya,” ujarnya seperti dikutip dari BBC.

Samoura adalah putri seorang kolonel tentara dan memiliki tiga orang anak. Suaminya sempat berkarir sebagai pesepakbola, namun harus pensiun diri di usia 20 tahun karena cedera parah.

Selain mampu berbicara bahasa daerah Wolof, Fatma Samoura pun bisa berdialog dalam bahasa Inggris, Spanyol dan Perancis.

Samoura diharapkan akan segera memainkan peranannya yang baru pada pertengahan Juni, jika dapat lolos tes kelayakan.