Daftar Negara yang Yang Terkena Sanksi FIFA, Indonesia Berikutnya?

Berita Bola Internasional: Tercatat sudah ada delapan negara anggota FIFA yang pernah dikenai sanksi. Alasan utama negara-negara tersebut dikenai sanksi adalah karena adanya intervensi pemerintah negara bersangkutan.

Internasional  - Daftar Negara yang Yang Terkena Sanksi FIFA, Indonesia Berikutnya?
Berita Bola Internasional: Negara-negara yang Pernah Kena Sanksi FIFA, Indonesia Bakal Menyusul?

Berita Bola Internasional: Tercatat sudah ada delapan negara anggota FIFA yang pernah dikenai sanksi. Alasan utama negara-negara tersebut dikenai sanksi adalah karena adanya intervensi pemerintah negara bersangkutan.

Sanksi yang diberikan FIFA adalah kepada federasi sepakbola negara yang bersangkutan. Untuk Indonesia adalah PSSI.

FIFA sudah melayangkan surat teguran kepada Kemenpora terkait adanya keputusan BOPI yang melarang Arema Cronus dan Persebaya Surabaya mengikuti ISL 2015. FIFA menganggap Kemenpora melalui BOPI sudah terlalu jauh mengintervensi organisasi sepakbola PSSI. Pemerintah Indonesia juga dianggap telah melanggar statuta FIFA.

Jika Kemenpora tetap pada pendiriannya untuk melarang Arema dan Persebaya, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara ke-9 yang akan terkena sanksi FIFA. Apakah itu akan terjadi? Kita tunggu.

Nah, sambil menunggu nasib sepakbola dalam negeri, di bawah ini disajikaan nama-nama negara yang pernah terkena sanksi FIFA, seperti dikutip dari Tribunnews.

Yunani
Federasi sepak bola Yunani, EPO, mendapat sanksi karena tidak mematuhi statuta FIFA. FIFA menghukum Yunani dari keikutsertaan pada kompetisi internasional karena adanya dugaan politisasi sepakbola di negara tersebut.

Hukuman itu diterima oleh EPO dan baru dicabut setelah EPO memenuhi statute FIFA. EPO setuju untuk mengembangkan sepak bola melalui penelusuran rekening oleh parlemen setempat. Setelah menunjukkan perkembangan, FIFA mencabut sanksi terhadap Yunani.

Kuwait
Hukuman kepada federasi sepak bola Kuwait, KFA, diberikan karena adanya intervensi dari pemerintah dalam proses pemilihan ketua umum mereka. Kuwait mendapat sanksi tidak boleh berpartisipasi pada tingkat internasional. Sanksi itu juga berlaku kepada pemain-pemain di level tim nasional senior dan klub. Setelah pemilihan ulang pada 9 Oktober 2007, FIFA mencabut sanksi itu pada 15 November 2007.

Brunei Darussalam
FIFA menghukum Brunei Darussalam pada 2009. Hukuman diberikan setelah adanya intervensi dari pemerintah. Ketika itu Sultan Brunei mendirikan manajemen baru di federasi sepak bola mereka pada Desember 2008. Selama masa hukuman, Brunei Darussalam tidak boleh berpartisipasi pada ajang internasional. Sanksi tersebut dicabut pada 30 Mei 2011.

Peru
FIFA melarang Peru terlibat dalam pertandingan internasional. Hukuman ini diberikan karena pemerintah Peru tidak ingin mengakui Manuel Burga yang terpilih sebagai Ketua Umum FPF pada 25 November 2008.

Peru harus kehilangan status sebagai tuan rumah Copa America U20. Klub-klub lokal dilarang untuk mengikuti pertandingan Copa Libertadores. Wasit-wasit asal Peru juga dilarang memimpin pertandingan internasional. FIFA mencabut sanksi itu sebulan kemudian pada 20 Desember 2008.

Iran
FIFA menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Iran, IRIFF, pada 26 November 2006. Penyebabnya, campur tangan pemerintah.

Berawal dari terpilihnya Presiden Mohammed Dadgan sebagai Ketua Umum IRIFF untuk periode kedua. FIFA mengingatkan IRIFF untuk melakukan pemilihan ulang. Sanksi itu dicabut setelah IRIFF menggelar pemilihan ulang.

Nigeria
Nigeria mendapat sanksi akibat intervensi pemerintah pada Oktober 2010. Imbasnya, Nigeria dilarang berpartisipasi pada level internasional.

Sekretaris Jendral NFF (Komite Olahraga Nasional Nigeria) memberikan instruksi kepada Menteri Olahraga untuk menghapus degradasi di liga Nigeria. Sanksi dicabut empat hari kemudian.

Nigeria kembali mendapat sanksi pada Juli tahun lalu karena pemerintah mereka memecat ketua umum federasi sepak bola Nigeria. Akibat hukuman tersebut, Nigeria tidak boleh berpartisipasi pada kualifikasi Piala Afrika 2015.

Ethiopia
Sanksi diberikan kepada federasi sepak bola Ethiopia (EFF) pada 2008. Penyebabnya adalah presiden EFF dipecat pemerinta Ethiopia. Sanksi tersebut membuat Ethiopia dilarang mengikuti kompetisi internasional. Ethiopia pun dikeluarkan dari kualifikasi Piala Dunia 2010 meski telah bermain empat kali. Setelah Presiden EFF yang baru terpilih, melalui supervise FIFA dan CAF, FIFAmencabut sanksi tersebut pada November 2008.

Irak
Sanksi diberikan pada 20 November 2009 karena intervensi pemerintah. FIFA kemudian menunda pengangkatan Irak sebagai anggota mereka. IFA, federasi sepak bola Irak, juga tidak mendapat bantuan financial dari FIFA. Tim nasional juga mendapat imbas akibat sanksi ini.

Sepakbola.cc