Copa America: Saatnya Edinson Cavani Jadi Pahlawan Uruguay

27

Dengan Luis Suarez yang diragukan tampil untuk Uruguay di Copa America Centenario, maka inilah saatnya menjadikan Copa America Centenario sebagai panggung untuk Edinson Cavani memenuhi peran sebagai pahlawan Uruguay di turnamen besar. Hati Uruguay tenggelam saat melihat bintang utama mereka, Luis Suarez, lemas saat tampil membela Barcelona di Copa del Rey melawan Sevilla dua pekan […]

Dengan Luis Suarez yang diragukan tampil untuk Uruguay di Copa America Centenario, maka inilah saatnya menjadikan Copa America Centenario sebagai panggung untuk Edinson Cavani memenuhi peran sebagai pahlawan Uruguay di turnamen besar.

Hati Uruguay tenggelam saat melihat bintang utama mereka, Luis Suarez, lemas saat tampil membela Barcelona di Copa del Rey melawan Sevilla dua pekan lalu, yang membuatnya diragukan tampil di Copa America.

Suarez baru saja kembali ke kompetisi internasional yang kompetitif pada Maret, setelah 20 bulan menjalani suspensi akibat menggigit bek Italia Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014, dan Uruguay yang muncul sebagai salah satu favorit Copa America, merupakan peluang emas bagi Suarez untuk menebus kealpaannya.

Penyerang Barca itu merupakan salah satu tokoh kunci dalam skuad Uruguay yang mengangkat titel Copa America pada tahun 2011, sekaligus menjadi rekor gelar ke-15 atau yang terbanyak di antara negara-negara Amerika Selatan, hanya 12 bulan setelah mereka menembus semi-final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Sementara Cavani yang juga merupakan bagian dari timnas Uruguay, selalu berada dalam bayang-bayang Suarez, bersama dengan pemenang Golden Ball Piala Dunia 2010, Diego Forlan. Bahkan ketika Suarez diskors, Cavani gagal mengisi kekosongan.

Meskipun Cavani telah mencetak 10 gol dalam 15 pertandingan sejak Piala Dunia 2014, tujuh dari mereka hanya terjadi di pertandingan persahabatan. Tiga lainnya datang di kualifikasi Piala Dunia, dan dua ketika Suarez sudah kembali di lapangan dengan dia. Cavani tampil tanpa gol di Copa América 2015 dan Uruguay keluar dini perempat final di tangan tuan rumah Chile, yang akhirnya menjadi juara.

Sementara Suarez sekarang cedera dan waktu pemulihan masih belum jelas, kemungkinan ia akan kehilangan tampil untuk Uruguay di fase grup dengan pertandingan melawan Meksiko, Venezuela, dan Jamaika. Tapi sesungguhnya ini kesempatan bagi Cavani untuk keluar dari bayang-bayang Suarez dan membuktikan dirinya untuk menjadi pahlawan Uruguay, terutama ketika klub masa depannya juga masih kabur.

Dua gol Cavani di laga persahabatan kala Uruguay menang 3-1 atas Trinidad dan Tobago pekan lalu mengantarkan dia ke tempat ketiga di daftar top skor sepanjang masa Uruguay. Tapi meski bermain hanya tiga pertandingan lebih sedikit, Cavani tertinggal 13 gol di belakang rekan setimnya, Suarez.

Cavani, seperti di tingkat internasional, telah menemukan dirinya keluar dari sorotan sejak pindah dari Napoli ke Paris Saint-Germain pada 2013. Pemain berusia 29 tahun telah dipaksa untuk bermain keluar dari posisi di ibukota Perancis, dengan Zlatan Ibrahimovic mengklaim posisi goal getter miliknya.

Tapi dengan Ibrahimovic yang menegaskan ia mencari tantangan baru musim depan, Cavani mungkin melihat Copa America sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuannya kepada pelatih PSG, Laurent Blanc. Atau, ia mungkin mengambil kesempatan untuk menampilkan bakatnya kepada calon pelamar.

Tapi apapun motifnya, waktunya telah tiba bagi Cavani untuk berdiri di panggung ini dan menjadi pahlawan bagi Uruguay.