Berita Bola - Besok, Aljazair Akan Balaskan Dendam 'Skandal Gijón' -

 

Besok lusa, 1 Juli jam 03.00 WIB Jerman akan berhadapan dengan Aljazair. Negara Afrika itu punya kesempatan emas membalaskan dendam ‘Skandal Gijón’ kalau mereka mau.

Apaan sih ‘Skandal Gijón’? Atau bahasa Jermannya: Nichtangriffspakt von Gijón (Pakta non-agresi di Gijón)

Buat kamu yang belum lahir dari perut emak waktu ‘Skandal Gijón’ terjadi, beginilah ceritanya.

Gijón itu nama sebuah kota di Spanyol, lokasi Piala Dunia 1982, tempat terjadinya pertandingan antara Jerman Barat vs Austria.  Nama stadionnya El Molinón.

Itu merupakan laga terakhir Grup 2. Sehari sebelumnya berlangsung laga antara Aljazair vs Chile yang berakhir 3-2. Aljazair menduduki posisi 2 klasemen dengan poin 4 dari 3 kali laga karena di awal laga Grup 2 sudah pernah mengalahkan Jerman Barat 2-1 (menjadi tim Afrika pertama yang  pernah menang lawan tim Eropa di ajang FIFA World Cup), kalah 0-2 vs Austria. Waktu itu poin menang masih 2, belum diganti jadi 3 seperti saat ini.

Situasi sebelum tanding Jerman Barat vs Austria seperti terlihat di klasemen berikut:

BACA JUGA  Prediksi Brasil vs Uruguay, 24 Maret 2017

Berita Bola - Besok, Aljazair Akan Balaskan Dendam 'Skandal Gijón' -  Jika Austria tanding normal dan menang atau draw, apa yang akan terjadi? Jerman tersisih. Dengan keunggulan selisih gol maka Jerman cukup menang tipis saja atas Austria maka Der Panzer bisa lolos ke babak selanjutnya. Unggul selisih gol.

Maka diaturlah siasat. Jerman dan Austria berkomplot untuk melakukan  ‘sepakbola gajah’ atau sepakbola pura-pura.

Dalam 10 menit bermain Jerman berhasil membuat gol melalui Horst Hrubesch. Apa yang terjadi setelah skor berubah 1-0 untuk Der Panzer? Selama 80 menit berikutnya mereka main bola ala tarkam, bola disepak ke sana kemari, tak menentu arah, seperti segerombolan ikan mujair mencari sisa makanan.

Ujung-ujungnya hanya menghabiskan waktu sampai laga berakhir 1-0 saja. Beginilah klasemen akhir Grup 2 setelah skor itu.

Berita Bola - Besok, Aljazair Akan Balaskan Dendam 'Skandal Gijón' -

 

Austria dan Jerman lolos. Aljazair tersingkir. Itu sebabnya laga ini disebut sebagai  ‘Skandal Gijón’, salah satu peristiwa paling amat sangat memalukan dalam sejarah sepakbola dunia, dan Eropa.

Bayangkanlah sang juara dunia beberapa kali, Jerman, sampai tega melakukan sepakbola pura-pura seperti ini demi menyelamatkan mukanya. Waktu itu ofisial Aljazair marah bukan main dan mereka menyampaikan protes resmi perihal sepakbola pura-pura ini, tapi FIFA tidak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak ada aturan yang dilanggar.

BACA JUGA  Hasil Skotlandia vs Kanada, 23 Maret 2017

Besok lusa dinihari, Aljazair punya kesempatan membalaskan dendam ini. Para pemain dan pelatih serta manajemen tentu sudah ganti orang. Sudah 32 tahun lamanya. Tapi sejarah tidak boleh dilupakan. “Jasmerah!” kata Soekarno. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

Jerman tidak melulu raksasa perkasa seperti waktu menang 4-0 vs Portugal. Der Panzer juga punya titik lemah. Buktinya, Ghana bisa menahan draw 2-2 di laga penyisihan grup, 22 Juni lalu.

Itulah sebabnya sejak Euro 1984 dan Piala Dunia 1986 dan seterusnya hingga hari ini, laga terakhir grup selalu dimainkan bersamaan. Guna menghindari sepakbola pura-pura atau teman selamatkan teman seperti ‘Skandal Gijón’ itu. Jerman dan Austria bertetangga di Eropa, dan keduanya menggunakan bahasa yang sama.

 

 

Gibolers! Berikan komentar terbaikmu untuk berita bola ini!