Bidding Piala Dunia 2022 Akan Diulang?

26

    Beberapa hari terakhir ini muncul berbagai laporan di media massa perihal bukti-bukti suap di balik kemenangan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Jika hal ini betul adanya, maka kemungkinan besar penunjukan Qatar akan dibatalkan, dan proses akan dimulai dari nol lagi, atau pemenang nomor 2, yaitu Amerika Serikat (AS), akan langsung ditunjuk sebagai tuan rumah. […]

Internasional Piala Dunia  - Bidding Piala Dunia 2022 Akan Diulang?

 

 

Beberapa hari terakhir ini muncul berbagai laporan di media massa perihal bukti-bukti suap di balik kemenangan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Jika hal ini betul adanya, maka kemungkinan besar penunjukan Qatar akan dibatalkan, dan proses akan dimulai dari nol lagi, atau pemenang nomor 2, yaitu Amerika Serikat (AS), akan langsung ditunjuk sebagai tuan rumah.

Hampir empat tahun lalu, AS berada di urutan kedua setelah Qatar dalam pemungutan suara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, di atas Korea Selatan, Jepang, dan Australia. AS  berada dalam situasi yang unik, mampu menjadi tuan rumah turnamen tingkat dunia itu dalam waktu singkat karena seluruh infrastruktur yang diperlukan sudah ada, sisa dari Piala Dunia 1994.

FIFA tengah melakukan investigasi ke dalam tubuh sendiri sebagai usaha menjernihkan nama baik atas tuduhan adanya suap dari pihak Qatar. Saat ini muncul tekanan mengulangi semua proses penawaran dan menemukan tuan rumah baru untuk Piala Dunia 2022.

Salah satu pejabat FIFA mengatakan, ia akan mendukung pengulangan penawaran jika, seperti dilansir London Sunday Times, Qatar terbukti memenangkan tender sebelumnya dengan bantuan uang suap.

“Saya sebagai anggota komite eksekutif  benar-benar tidak punya masalah apapun jika rekomendasi itu mengusulkan pemungutan suara ulang,” kata wakil presiden FIFA Jim Boyce pada BBC Radio 5.

“Jika (kepala penyelidik FIFA Michael Garcia) datang dengan bukti nyata, dan bukti nyata itu diberikan kepada komite eksekutif serta FIFA, maka hal itu harus dilihat dengan sangat serius. Komite eksekutif FIFA adalah 100 persen. Dia (Garcia) akan diizinkan untuk pergi dan berbicara dengan siapa pun dari seluruh dunia untuk menyelesaikan misinya. ”

Sheikh Mohammed bin Hamad adalah ketua komite pencalonan saat itu. Qatar mempromosikan negara mereka sebagai mewakili dunia Arab, dan mendapatkan dukungan dari seluruh negara anggota Liga Arab. Mereka menawarkan posisi mereka sebagai sebuah kesempatan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia Arab dan Barat.

Tuduhan perihal suap ini pertama kali muncul dari Lord Triesman, perwakilan FA, PSSI-nya Inggris. Ia mewakili kepentingan Inggris agar terpilih sebagai tuan rumah 2022.

Dalam kesaksian kepada sebuah komisi parlemen Inggris pada bulan Mei 2011, Lord Triesman menuduh bahwa perwakilan Trinidad dan Tobago, Jack Warner minta uang ke Inggris sebanyak USD 4 juta bagi pembangunan sebuah pusat pendidikan di negaranya. Sementara perwakilan Paraguay Nicolás Leoz meminta sebuah gelar ksatria kehormatan Inggris untuk dibarter dengan suara mereka.

Selain itu, dua wartawan Sunday Times bersaksi bahwa mereka telah diberitahu bahwa Jacques Anouma dari Pantai Gading dan Issa Hayatou dari Kamerun masing-masing dibayar USD 1,5 juta untuk mendukung pemenangan Qatar. Keempat orang ini telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut.