Brasil vs Chile, Tuan Rumah Dituding Main Mata Dengan Wasit

  Salah satu yang menonjol pada laga pertama Piala Dunia malam ini pukul 23.00 WIB Brasil vs Chile adalah kehadiran wasit asal Inggris, Howard Webb. Chile telah melontarkan keprihatinannya bahwa wasit Webb akan memihak tuan rumah.  Brasil di sisi lain ngamuk luar biasa atas tudingan itu. Menurut pengurus bola Brasil, tudingan semacam itu dilontarkan Chile untuk […]

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Brasil vs Chile, Tuan Rumah Dituding Main Mata Dengan Wasit

 

Salah satu yang menonjol pada laga pertama Piala Dunia malam ini pukul 23.00 WIB Brasil vs Chile adalah kehadiran wasit asal Inggris, Howard Webb.

Chile telah melontarkan keprihatinannya bahwa wasit Webb akan memihak tuan rumah.  Brasil di sisi lain ngamuk luar biasa atas tudingan itu.

Menurut pengurus bola Brasil, tudingan semacam itu dilontarkan Chile untuk memberi tekanan kepada wasit. Menurut istilah Brasil, tuduhan-tuduhan semacam itu adalah “sangat tidak dewasa, konyol dan tidak sopan.” Beberapa figur dari tim nasional Chili, termasuk striker Alexis Sánchez, telah menyatakan secara terbuka kekuatiran mereka tentang keberpihakan wasit untuk pertandingan Sabtu malam WIB itu.

Menurut kubu Chile, sudah ada beberapa tanda bahwa kaum pengadil memilih untuk memihak tuan rumah. Salah satunya adalah pada laga Brasil vs Kroasia, di mana ada penalti diberikan saat pemain Brasil, Fred, dijatuhkan di kotak penalti pada sebuah situasi yang meragukan. Juga wasit memilih untuk tidak menganulir gol sundulan Fred di laga lainnya, vs Kamerun, padahal offside.

Chile juga keberatan dengan cara wasit memimpin laga terakhir grup mereka vs Belanda, yang berakhir dengan kekalahan 0-2. Tidak kurang dari ketua PSSI-nya Chile meragukan kepemimpinan wasit asal Ghana, Bakary Gassama.

Isu ketidaknetralan wasit juga dilontarkan oleh para jurnalis Chile di konferensi pers sebelum laga Brasil vs Chile. Dan hal itu mendapat respons sangat tajam dari Rodrigo Paiva, direktur komunikasi dari PSSI-nya Brasil (BFF).

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Brasil vs Chile, Tuan Rumah Dituding Main Mata Dengan Wasit

Ia ngomel begini, “Saya hanya akan bicara hal ini sekali saja. Media di Chile sudah ngomongin masalah ini selama satu minggu dan itu sesuatu yang kekanak-kanan. Tekanan semacam ini amatlah konyol.”

“Membicarakan masalah ini bukan ketiadaan rasa hormat terjafap FIFA, terhadap wasit itu sendiri, atau terhafap tim sepakbola Brasil, atau terhadap setiap orang yang bekerja secara serius di ini, untuk negara dengan sejarah sepakbola selama 100  tahun dan sejarah kemenangan. Itu adalah pelecehan terhadap rakyat Brasil! Brasil tidak butuh seroang wasit untuk membantu memenangkan laga ini. Dan Anda harus memberi rasa hormat pada Selecao dan rakyat Brasil!”

Di tanah Inggris, nama wasit berusia 42 tahun itu kurang begitu sedap, dikritik sebagai berpihak pada nama-nama besar klub Premier League, salah satunya Manchester United, meski sebuah tulisan di The Telegraph membuktikan, tuduhan itu tidak benar. Webb adalah salah satu wasit terbaik di Inggris.

Menghadapi suhu panas dan kelembaban tinggi di tanah Brasil, Webb secara khusus melatih dirinya di ruangan khusus Sheffield Hallam University’s Faculty of Health and Wellbeing, berlari sprint 150 meter sebanyak 20 kali. Ruangan itu dirancang memiliki suhu 40 derajat Celcius dan kelembaban 80%, guna menyamakan kondisi dengan Brasil.

Siapa wasit yang berlelah-lelah ria melatih dirinya dengan suhu dan kelembaban seperti itu? FIFA tidak mengeluarkan ketentuan atau keharusan untuk berlatih di bawah suhu seperti Brasil.

Di Inggris, memimpin satu laga bola akan menghabiskan 2.200 kalori. Di Brasil dengan situasi seperti itu, jumlah energi yang dihabiskan akan menanjak menjadi 3.000 kalori. Para ahli memperkirakan Howard Webb akan mengeluarkan 4,7 liter keringat dan 1 kg berat badan setiap kali memimpin satu laga.

Webb dikenal dengan pendekatan personal kepada para pemain saat melakukan teguran-teguran selama pertandingan, sesuatu yang disukai oleh FIFA.

Menurut penelitian The Telegraph, Webb tidak suka mendadak memberikan kartu merah atau penalti sehingga membalik situasi permainan. Maksudnya, penalti di 15 menit akhir pertandingan bisa mengubah keadaan atau membalik kemungkinan dari kalah menjadi menang, dan sebaliknya.