Bukan Special One tetapi The Only One

9

Sikap super pede kembali ditunjukkan oleh pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Dia mengatakan, sekarang dia harus dipanggil ‘The Only One’ ketimbang predikat sebelumnya ‘Special One’. Ini lantaran dia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil menjuari tiga kompetisi bergengsi di Eropa. Musim lalu, Mourinho mengantarkan Real Madrid menjuarai La Liga Spanyol. Sebelumnya dia mengukir scudetto Serie A […]

Internasional Liga Spanyol  - Bukan Special One tetapi The Only OneSikap super pede kembali ditunjukkan oleh pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Dia mengatakan, sekarang dia harus dipanggil ‘The Only One’ ketimbang predikat sebelumnya ‘Special One’. Ini lantaran dia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil menjuari tiga kompetisi bergengsi di Eropa.

Musim lalu, Mourinho mengantarkan Real Madrid menjuarai La Liga Spanyol. Sebelumnya dia mengukir scudetto Serie A Italia bersama FC Internazionale, dan Chelsea di Liga Primer Inggris. Gelar pertama yang diraih pelatih asal Portugal ini adalah menjuarai Liga Portugal bersama FC Porto.

Mourinho dijuluki  ‘Special One’ karena suka bicara blak-blakan cenderung sarkastik kepada wartawan saat melatih Chelsea pada tahun 2004.

“Suka atau tidak, saya menjadi satu-satunya yang bisa memenangi tiga liga terbesar di dunia. Karena itu, dibandingkan ‘Special One’, orang seharusnya memanggil saya dengan ‘The Only One’,” ujar Mourinho.

Dia menambahkan, seiring dengan karirnya, dia mulai mengurangi rasa egoisnya. “Terima kasih Tuhan, segala sesuatunya berjalan sangat baik. Saya lebih fokus ke hal-hal lainnya belakangan ini. Saat meraih juara Liga Champions bersama Inter saya senang karena Inter bisa menjadi juara lagi setelah 50 tahun tak pernah menang,” katanya.