Buronan Bank Century Indonesia Jadi Calon Pemilik Klub Rangers

26

Seorang buronan kasus Bank Century di Indonesia, Ali Rafat Rizvi, ternyata terkait dengan rencana pengambilalihan klub sepakbola Rangers di Skotlandia. Rizvi, seperti terlihat dari foto yang diambil dari situs Interpol Indonesia di atas, dicari polisi atas tuduhan pencucian uang, korupsi dan penipuan dalam kasus Bank Century. Dia sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia secara in absentia (tanpa […]

Internasional Liga Inggris  - Buronan Bank Century Indonesia Jadi Calon Pemilik Klub Rangers
Seorang buronan kasus Bank Century di Indonesia, Ali Rafat Rizvi, ternyata terkait dengan rencana pengambilalihan klub sepakbola Rangers di Skotlandia.

Rizvi, seperti terlihat dari foto yang diambil dari situs Interpol Indonesia di atas, dicari polisi atas tuduhan pencucian uang, korupsi dan penipuan dalam kasus Bank Century.

Dia sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) sebanyak 15 tahun penjara. Namun ia mengakali keadilan dengan cara berlindung di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jakarta. Inggris adalah salah satunya.

Figur Rafat Rizvi ini menjadi kontroversi ketika ia terlihat berjalan-jalan bersama para broker penjualan klub Rangers dan sejumlah pengusaha Malaysia di kota Glasgow, Skotlandia.

Rafat Ali Rizvi, 49, yang besar dan menempuh pendidikan ke universitas di Inggris, telah dituduh mencuri aset dari Bank Century setelah bank itu diselamatkan dari kehancuran oleh pemerintah Indonesia pada bulan November 2008 dengan kucuran dana sebesar Rp 7,9 Trilyun dari uang para pembayar pajak.

Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Mr Rizvi atas permintaan Indonesia, tetapi ia membagi waktunya antara Inggris, di mana ia memiliki sebuah properti di London Park Lane, dan Singapura. Kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Mr Rivzi, diyakini memiliki kekayaan sekitar Rp 6 Trilyun lebih, sudah mengajukan klaim tidak bersalah tapi teman-temannya mengatakan bahwa ia sangat kuatir jika diadili di Indonesia karena kasus Bank Century itu telah menjadi kasus politik tingkat tinggi.

Sebuah penyelidikan telah dimulai guna mengusut perancang dan asal usul rencana penyelamatan bank itu serta dugaan korupsi di baliknya.

Menurut pengacara Mr Rivzi, ia percaya kliennya akan dijadikan kambing hitam atas kegagalan bank tersebut.

Mr Rivzi adalah pemegang saham utama di Bank Century bersama Hesham al Warraq, warga negara Arab Saudi, dan pengusaha lokal bernama Robert Tantular. Yang terakhir ini telah dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun atas tuduhan pelanggaran surat perjanjian.

Pemerintah Indonesia juga mengejar Rivzi dan Al Warraq atas tuduhan korupsi. Para pengacaranya mengatakan bahwa, jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati.