'Butuh Dua-Tiga Pemain Mati Kepanasan Dulu Baru FIFA Keluarkan Larangan'

Mantan kiper Chelsea Mark Schwarzer mengatakan, harus ada dua atau tiga pemain untuk mati kepanasan sebelum FIFA melarang laga sepakbola dimainkan di panas yang ekstrim.

Komentar Schwarzer yang juga pemain timnas Australia itu menambah panas perdebatan tentang cocok-tidaknya Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 di musim panas.

Tapi Schwarzer, yang sudah pernah memainkan laga kualifikasi di Timur Tengah, percaya FIFA selalu berlambat-lambat ketika menyangkut nasib pemain yang menaruh risiko hidupnya pada permainan dengan panas seperti neraka.

“FIFA membuat banyak keputusan tentang di mana Anda bisa bermain game dan di bulan apa Anda bisa memainkannya, dan kita berbicara tentang Piala Dunia yang diselenggarakan di Qatar tahun 2022, yang apakah bisa dilaksanakan pada bulan Juni,” kata Schwarzer, di sebuah sesi di Leaders Sport Business Summit di London.

“Orang-orang mengeluh terlalu panas. Saya sudah pernah memainkan kualifikasi Piala Dunia di sana pada suatu bulan Juni, dan itu panas. Saya memainkan permainan di Oman pada bulan Juni di salah satu tahun dan itu 43 derajat (Celcius).”

“Jadi, kenapa kita melarang Piala Dunia pada bulan itu tapi kita mengizinkan kualifikasi Piala Dunia pada bulan itu? Anda harus melarang keduanya atau tidak sama sekali.”

“Sesuatu yang harus terjadi untuk menghentikan pertandingan pada bulan itu (di daerah panas). Konyol sekali (berlaga di bulan itu), dan itu hanya mungkin terjadi jika bukan hanya satu orang, tapi dua atau tiga orang mati kepanasan.”

“Sangat disayangkan, tapi itu mungkin satu-satunya cara agar mereka (FIFA) melakukan sesuatu. Ini konyol, itu benar-benar konyol untuk berlaga di bulan itu, dan saya tidak tahu mengapa bahkan ada perdebatan.”

'Butuh Dua-Tiga Pemain Mati Kepanasan Dulu Baru FIFA Keluarkan Larangan'

Komentarnya datang selagi timnas Australia bersiap untuk berlaga melawan UEA dan Qatar dalam dua pertandingan persahabatan di sana selama beberapa hari mendatang.

Di Australia sendiri klub A-League Perth Glory telah melancarkan kampanye agar laga sepakbola jangan dimulai terlalu siang saat hawa panas sangat menyiksa pemain dan suhu secara rutin mencapai pertengahan 30-an derajat Celsius di puncak musim panas.

Sementara itu Schwarzer juga meminta badan sepak bola itu untuk mempublikasikan laporan penyelidikan internal jaksa Michael Garcia soal korupsi seputar tender Piala Dunia 2022.

Australia ikut menawarkan diri bagi turnamen itu, tetapi kalah memalukan dan hanya menerima satu suara.

“Saya merasa benar-benar mengecewakan melihat sebuah organisasi global yang memiliki begitu sedikit kepercayaan global, dari siapa pun, bahkan anggotanya sendiri,” kata Schwarzer.

“Sebuah komite pergi ke sana (ke Qatar) dan mengatakan bahwa lokasi itu tidak aman untuk bermain, namun masih juga diberikan pada mereka.”

“Dan sekarang ada laporan Garcia ini. Mengapa repot-repot bikin laporan jika Anda tidak akan membukanya? Jika Anda ingin kepercayaan pada FIFA pulih, pasti Anda membuka laporan dan mengatakan ‘ini dia isinya’.”

“Buka itu ke publik, bukalah untuk semua orang sehingga kita dapat melihat bagaimana FIFA dijalankan. Lalu kita bisa mengubahnya. Rasanya memalukan melihat sepakbola dijalankan seperti adanya sekarang ini, dengan begitu sedikit kepercayaan.”

Advertisement