Cara Mereka Mengenang Dua Fans Yang Jatuh Bersama MH17

Dua gilabola Newcastle United dari Inggris berada di dalam pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh sebuah rudal tak dikenal […]

Adler Sweeney

Dua gilabola Newcastle United dari Inggris berada di dalam pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh sebuah rudal tak dikenal di perbatasan Ukraina dan Rusia. Dua gilabola itu bernama John Alder, berusia 60 tahun, dan Liam Sweeney, 28.

Untuk itu pada dua laga tandang Newcastle di Selandia Baru, Selasa besok dan Sabtu, yang sedianya akan dihadiri oleh Alder dan Sweeney, semua pemain akan mengenakan ban hitam di lengan.

Selain itu karangan bunga akan diletakkan di dua tempat duduk yang sudah dipesan oleh Adler dan Sweeney.

Alder, yang dikenal dengan panggilan sayang oleh sesama fans sebagai ‘The Undertaker’, dan Sweeney sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, untuk transit dan selanjutnya ke Selandia Baru, untuk menonton tim Liga Utama Inggris Newcastle United bermain melawan Sydney FC di Dunedin pada Selasa malam dan kemudian menantang Wellington Phoenix di ibukota Wellington pada Sabtu malam.

Mereka bersama ratusan penggemar lainnya dari Inggris, dan ribuan gilabola Newcastle yang berbasis di Selandia Baru, akan bersorak pada “The Magpies”.

General Manager Wellington Phoenix David Dome mengatakan, simpati klub ada bersama dengan keluarga kedua fans itu, serta keluarga semua orang di pesawat.

“Sungguh mengerikan bahwa hal semacam ini terjadi ketika John dan Liam tengah berangkat pada sebuah petualangan menyenangkan guna mendukung klub yang mereka cintai,” kata Dome.

“Saya percaya John hanya melewatkan satu pertandingan Newcastle United sejak tahun 1973, dan dia datang jauh-jauh (dari Inggris) untuk menjaga rekor yang luar biasa tetap utuh.”

Kane Wintersgill, ketua NZ Mags: Pendukung Newcastle United FC Di Selandia Baru, keduanya akan dihormati ke manapun kelompok penggemar sepakbola pergi di Selandia Baru.

“Kami berusaha untuk mendapatkan nomor kursi dari dua orang ini sehingga kita dapat menaruh beberapa karangan bunga di kursi yang sedianya mereka duduki,” katanya.

Wintersgill mengatakan, foto-foto keduanya akan ditampilkan pada layar besar di Stadion Barr Forsyth Dunedin dan Stadion Wellington Westpac sesaaat sebelum kickoff.

Mengheningkan cipta selama satu menit juga akan dilakukan sebelum kickoff pada hari Selasa.

Tepuk tangan satu menit juga dijadwalkan untuk menit 29 dan ke-60 pertandingan.

“Tepuk tangan satu menit adalah untuk menghormati setiap orang… [29 dan 60] sesuai umur keduanya,” kata Wintersgill.

“Begitu permainan mencapai menit ke-29, semua fans The Magpies akan berdiri… Akan ada sesuatu di layar yangmempersilakan tepuk tangan selama satu menit. Kemudian pada menit ke-60, hal yang persis sama akan terjadi.”

Tepuk tangan selama semenit di pertengahan permainan adalah fitur biasa di Liga Premier untuk menghormati gilabola klub yang telah meninggal.

Para pemain Sydney FC dan Newcastle akan mengenakan ban lengan hitam pada laga Selasa malam.

Penggemar Newcastle, baik yang dari Inggris maupun Selandia Baru, akan mengingat Alder dan Sweeney di pertemuan sosial selama tur tim Newcastle itu.

“Kami telah memutuskan untuk meninggalkan dua kursi kosong… Pada kedua pub basis kami di Dunedin dan Wellington,” kata Wintersgill.

Bos Newcastle United telah mengeluarkan pernyataan yang mengakui kedua fans itu sangat berdedikasi dan terkenal.

Alder hanya kehilangan satu pertandingan kandang Newcastle sejak 1973. Sweeney terkenal sebagai relawan di bus pendukung untuk laga tandang.

 

Sepakbola.cc