Chile Keluhkan Penggunaan Asisten Video Wasit

106

Pelatih Chile Juan Antonio Pizzi mendukung rencana FIFA untuk mengevaluasi lagi kekurangan dalam sistem VAR yang digunakan di Piala Konfederasi.

Internasional  - Chile Keluhkan Penggunaan Asisten Video Wasit

Berita Bola – Pelatih Chile Juan Antonio Pizzi merasa penggunaan sistem Asisten Video Wasit (VAR) mempengaruhi timnya secara mental saat mereka berjuang mengalahkan Kamerun 2-0 di laga Piala Konfederasi, Minggu (18/6).

Juara Amerika Selatan itu membuka gol melalui Eduardo Vargas yang luar biasa di masa injury time babak pertama pasca menerima umpan dari Arturo Vidal.

Gol itu disahkan oleh hakim garis yang tidak melihat penyerang Chile offside ketika menerima umpan Arturo Vidal. Namun VAR kemudian menolak klaim hakim garis yang membuat wasit menganulir gol Vargas. Meski ketika dilihat kembali siaran ulang, tampak Vargas tidak benar-benar dalam posisi offside karena ia masih sejajar dengan salah satu bek lawan.

Chile kemudian berjuang bangkit dan akhirnya berhasil menang 2-0 setelah heading Arturo Vidal di menit ke-81 dilengkapi oleh gol sah Eduardo Vargas setelah memanfaatkan bola rebound Alexis Sanchez di menit-menit akhir babak kedua.

Dan Pizzi mengakui tingginya emosi dan kekurangan teknologi VAR mempengaruhi mental timnya, meski lega akhirnya bisa menang.

“Saya pikir sistem ini membutuhkan waktu. Jika saya benar, kami menguji coba sistem sekarang juga, jadi sulit seperti yang kami gunakan pada sistem lain di dunia sepak bola,” kata Pizzi.

“Pada akhir babak pertama kami bisa saja unggul 1-0, tapi 20 menit kemudian kami masih harus berjuang kembali dan membuat para pemain kecewa. Memang benar hal itu menyebabkan kesusahan, tapi itu karena kami tidak terbiasa dengan hal itu. Kami harus tunggu dan lihat bagaimana perkembangannya.”

“Memang benar, mungkin situasinya berdampak pada kinerja kami di babak kedua. Itu adalah keputusan yang adil tapi sulit seperti sebelum turnamen ini tujuannya akan tercapai.”

“Satu-satunya komentar negatif adalah bahwa ini sulit bagi perasaan para pemain selama pertandingan berlangsung. Bahkan jika keputusan yang tepat tercapai, hal itu berdampak pada para pemain.”