Cium dan Gigit Telinga Wasit, Presiden Klub Dikenai Sanksi

86

Presiden CS Sfaxien, Monchef Khemakhem disanksi larangan terlibat dalam dunia sepak bola seumur hidup oleh Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF).

Internasional  - Cium dan Gigit Telinga Wasit, Presiden Klub Dikenai Sanksi

Presiden CS Sfaxien, Monchef Khemakhem disanksi larangan terlibat dalam dunia sepak bola seumur hidup oleh Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF).

Berita Bola, Internasional – Sanksi tegas tersebut diberikan setelah Khemakhem tertangkap kamera mencium pipi dan menggigit telinga salah satu hakim garis.

Penciuman kepada pipi hakim garis itu memang jamak dilakukan karena menjadi kebiasaan di jazirah Arab, namun tidak dengan penggigitan kepada telinga.

Insiden tersebut terjadi ketika CSS bersua Etoile du Sahel bulan lalu, yang dimenangkan oleh CSS dengan skor akhir 3-2.

Laga sendiri sempat panas ketika salah satu pemain Etoile melakukan diving sehingga dihadiahi penalti gol penyeimbang dan dieksekusi menggunakan gaya Panenka sehingga para pemain kedua kesebelasan terlibat percekcokan dan saling dorong.

Ketika wasit mensahkan gol tersebut dan akan melakukan sepak mula, kedua kesebelasan masih terlibat percekcokan sehingga Monchef Kkhemakhem memasuki lapangan dan berdebat dengan wasit.

Tidak lama Ia pun menghampiri hakim garis dan menunjukkan jempol sebagai tanda sindiran.

Setelah berbicang beberapa saat, Khemakhem mencium pipi kanan dan menggigit telinga hakim garis.

Merasa aneh, hakim garis berjalan menjauhi Khemakhem namun sang presiden masih mengikuti dirinya dan bahkan mencubit pantatnya.

Oleh karenanya FTF menilai Monchef Khemakhem telah bertindak tidak senonoh demi upaya untuk mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Ia pun dituduh melancarkan ucapan kasar kepada wasit, “sikap berbahaya dan tidak sportif”, “tindakan tidak sepantasnya” dan “melakukan tindakan pencelaan kepada nilai-nilai moralitas.”

Bukan hanya dikenai larangan terlibat di dunia sepak bola seumur hidup, Ia pun dikenai denda sebesar Rp169 juta oleh FTF.

“Saya melakukan itu untuk menghibur dia [asisten wasit] karena sangat jelas Ia tidak bekerja dengan baik sepanjang pertandingan,” akunya.