Daftar Pemain Brasil Yang Anjlok dan Naik Harganya di Pasar Transfer

  Kekalahan dua kali berturut-turut di pekan terakhir Piala Dunia 2014 telah menyebabkan kejatuhan harga-harga pemain Brasil di pasar transfer antar klub. Brasil takluk 1-7 vs Jerman di babak semifinal, dan 0-3 vs Belanda di perebutan posisi ketiga. Secara rata-rata, seluruh skuad jatuh harganya sebesar 4,3%. Pluri Consultoria, sebuah perusahaan riset Brasil, menemukan bahwa kegagalan beruntung […]

 

Internasional Piala Dunia  - Daftar Pemain Brasil Yang Anjlok dan Naik Harganya di Pasar Transfer

Kekalahan dua kali berturut-turut di pekan terakhir Piala Dunia 2014 telah menyebabkan kejatuhan harga-harga pemain Brasil di pasar transfer antar klub.

Brasil takluk 1-7 vs Jerman di babak semifinal, dan 0-3 vs Belanda di perebutan posisi ketiga.

Secara rata-rata, seluruh skuad jatuh harganya sebesar 4,3%.

Pluri Consultoria, sebuah perusahaan riset Brasil, menemukan bahwa kegagalan beruntung itu telah menyebabkan harga total 23 orang itu ambrol sekitar 16,23 juta pound (setara Rp 324 milyar) menjadi total hanya 358 juta pound (Rp 7,14 trilyun) hanya dalam waktu selama seminggu saja, menambahkan penderitaan terhadap sejumlah cedera di lapangan.

Siapa yang diobral paling murah? Fred. Pemain yang merumput di klub domestik Brasil Fluminense itu harga jualnya jatuh 15,9% menjadi hanya 1.4 juta pound (Rp 27,9 milyar), diikuti oleh kiper QPR Julio Cesar yang ambrol 15,6% menjadi kurus 762.000 pound (Rp 15,2 milyar).

Neymar, yang menderita cedera retak ruas tulang belakang di perempat final melawan Kolombia, yang memaksanya keluar dari sisa turnamen, adalah satu-satunya pemain mengalami kenaikan harga sebesar 2,9%.

Pemain lain yang harganya ikut jatuh adalah Dani Alves, Dante dan Maicon. Bersama dengan Fred dan Julio Cesar, mereka mengalami penurunan persentase dua digit, tapi masih di bawah angka 15%. Fakta itu membenarkan pandangan sementara pihak bahwa Brasil memasuki turnamen dengan reputasi sebagai sebuah unit yang terorganisir dengan baik, namun mereka keluar turnamen sebagai tim yang sisi pertahanannya berantakan.

Hanya Korea Utara dan Arab Saudi yang dalam sejarah pernah kebobolan lebih banyak gol daripada 14 gol milik Brasil. Akibatnya,  aksi heroik Julio Cesar dalam adu penalti melawan Chile tidak ada artinya dalam menolong reputasinya yang terpuruk di akhir turnamen.

Pluri menentukan nilai seorang pemain berdasarkan usia, teknik, kekuatan, kondisi fisik, disiplin dan kemampuan untuk mengubah permainan.

Dengan usia rata-rata 28,35, Brasil adalah salah satu tim dengan usia rata-rata tertua. Entah apakah itu berkontribusi dalam kekalahan 1-7 dan 0-3, terutama setelah kehilangan dua pemain kunci mereka, Thiago Silva dan Neymar.