Daftar Pemain Sepakbola Yang Takut Naik Pesawat

196

Takut naik pesawat tentu saja akan menghalangi karir pemain sepakbola, terutama karena laga-laga tandang butuh pesawat untuk menghindari kelelahan dan demi efisiensi waktu. Apalagi untuk kompetisi di level Eropa, naik pesawat adalah mutlak. Karena itu mereka yang takut naik pesawat umumnya juga akan mengalami stagnasi karir sepakbolanya. Ketakutan naik pesawat dinamakan aerophobia. Bisa karena pengalaman masa lalu […]

Internasional Liga Inggris  - Daftar Pemain Sepakbola Yang Takut Naik Pesawat
Takut naik pesawat tentu saja akan menghalangi karir pemain sepakbola, terutama karena laga-laga tandang butuh pesawat untuk menghindari kelelahan dan demi efisiensi waktu. Apalagi untuk kompetisi di level Eropa, naik pesawat adalah mutlak. Karena itu mereka yang takut naik pesawat umumnya juga akan mengalami stagnasi karir sepakbolanya.

Ketakutan naik pesawat dinamakan aerophobia. Bisa karena pengalaman masa lalu soal pesawat, bisa juga karena ketakutan pada ruang sempit di dalam pesawat. Yang terakhir ini dinamakan claustrophobia.

Berikut adalah daftar pemain sepakbola yang takut naik pesawat.

Dennis Bergkamp, Non-Flying Dutchman.

Selama di Arsenal, striker Belanda Dennis Bergkamp dikenal sebagai Non-Flying Dutchman karena fobianya.

Ketakutan Bergkamp sendiri konon berasal dari sebuah insiden saat menjelang terbang dengan tim nasional Belanda. Seorang wartawan melempar lelucon bahwa ia membawa bom, yang menyebabkan penerbangan dibatalkan sebelum lepas landas dan Bergkamp menjadi begitu gugupnya sampai-sampai ia bersumpah tidak akan terbang lagi. Ia mengaku ketakutan akan terbang ini akan secara signifikan berdampak pada penampilannya di masa depan.

Sebagai hasilnya, tidak banyak pertandingan tandang di kompetisi Eropa yang bisa dihadirinya. Kecuali dia bisa mencapai tempat-tempat itu dengan mobil atau kereta api, ia tidak akan pergi. Bahkan ketika dia berhasil sampai di sana, perjalanan-perjalanan yang panjang itu menyebabkan Bergkamp terlalu lelah dan sebagai akibatnya akan absen di laga berikutnya.

Pada akhirnya, setelah beberapa waktu ia akhirnya berhenti bermain bola.

Bergkamp menikmati sukses besar saat merumput bersama Arsenal di Inggris, sebuah negara di mana jarak ke kota manapun dapat cukup nyaman dijangkau dengan mobil atau kereta api. Dia tidak bisa melakukan hal yang sama dengan kompetisi di Eropa.

Soal awal traumanya terhadap penerbangan, seperti diceritakan dalam bukunya, ‘Stillness and Speed’, dimulai ketika harus melakukan banyak pertandingan tandang InterMilan dengan menggunakan pesawat kecil:

“Itu adalah pesawat kecil jelek yang berada di awan dan dikocok-kocok sepanjang waktu. Ketika Anda melihat keluar semua yang kelihatan berwarna putih atau abu-abu. Dan hampir tidak ada ruang. Begitu sempit sehingga membuat saya sesak. Benar-benar tidak ada ruang untuk bergerak dan Anda hanya duduk di sana gemetar sepanjang seluruh perjalanan itu, membuat saya merasa begitu ngeri dan saya mulai mengembangkan keengganan seperti itu. Tiba-tiba saya sadar, saya tidak ingin melakukan ini lagi.”

“Sungguh malang, saya akan melihat ke langit selama laga tandang untuk melihat seperti apa cuaca saat itu. Apakah ada awan datang? Kadang-kadang saya disibukkan dengan pikiran soal penerbangan pulang sementara aku sedang bermain sepak bola. Itu adalah neraka. Yang terakhir adalah ketika kami memiliki pertandingan tandang melawan Fiorentina. Saya melihat pesawat kecil  dengan baling-baling di landasan pacu dan langsung berkeringat dingin. Dan benar saja itu adalah penerbangan yang menyengsarakan.”

“Saya sudah terbang berkali-kali di pesawat besar, pesawat kecil. Waktu di Ajax saya pernah terbang dalam pesawat sangat kecil di atas Gunung Etna di dekat Naples ketika kita terperangkap masuk ke kantong udara yang mengerikan! Dalam masalah terbang, saya sudah merasakan itu semua dan aku tidak akan pernah mau terbang lagi. Tidak akan. Dalam pembicaraan gaji dengan Arsenal, jika saya berkata ‘sejuta’ mereka secara otomatis akan memotong sekian ratus ribu ‘karena Anda tidak akan terbang’ dan saya bisa menerima itu.”

Pemain lain yang tercatat takut terbang adalah striker Hamburg SV Paolo Guerrero. Ia pada tahun 2009 terdampar di Peru karena rasa takut terbangnya kambuh ketika akan kembali ke Jerman.

Internasional Liga Inggris  - Daftar Pemain Sepakbola Yang Takut Naik Pesawat
Striker internasional Peru berusia 26 tahun kembali ke negara asalnya untuk memulihkan diri dari operasi lutut September 2010, tetapi meskipun mendekati kesehatan fisik penuh setelah operasi, kondisi mentalnya kurang kuat.

Guerrero sampai empat kali mencoba terbang di bulan Januari 2010, dan keempat-empatnya pun batal terbang. Ia turun dari pesawat sesaat sebelum take off gara-gara mengalami perasaan lumpuh akibat aviatophobia.

Ketakutannya soal terbang memanifestasikan diri dalam bentuk gastritis atau rasa sakit di perut dan usus. Obat penenang tidak mampu membuatnya rileks menghadapi penerbangan.