David Luiz, Dari Harapan Menjadi Makian di Laga Brasil vs Jerman

18

Skuad Brasil yang sebelumnya bermimpi bakal merengkuh gelar juara dunia keenam di depan fans mereka sendiri ternyata berubah menjadi mimpi buruk di Belo Horizonte Kurangnya kepemimpinan dan inspirator bek tengah Thiago Silva akibat akumulasi kartu membuat bos Brasil, Felipe Scolari, mempercayakan David Luiz untuk mengambil alih ban kapten. Setelah pertandingan usai, David Luiz sudah menjadi orang yang disalahkan karena kekalahan dengan […]

Internasional Piala Dunia  - David Luiz, Dari Harapan Menjadi Makian di Laga Brasil vs Jerman

Skuad Brasil yang sebelumnya bermimpi bakal merengkuh gelar juara dunia keenam di depan fans mereka sendiri ternyata berubah menjadi mimpi buruk di Belo Horizonte

Kurangnya kepemimpinan dan inspirator bek tengah Thiago Silva akibat akumulasi kartu membuat bos Brasil, Felipe Scolari, mempercayakan David Luiz untuk mengambil alih ban kapten.

Setelah pertandingan usai, David Luiz sudah menjadi orang yang disalahkan karena kekalahan dengan lebih dari satu gol itu, kepercayaan sebagai kapten yang diberikan oleh pelatihnya berubah menjadi sesuatu yang memalukan bagi dirinya dan membuat  para fans ikutan menghujat sang pelatih  yang mengangkat dia menjadi kapten.

Luiz mulai kehilangan kepercayaan diri usai gol pertama, saat tendangan voli Thomas Muller hasil umpan sepak pojok. Tapi ada pemain Jerman yang mencegah Luiz untuk mengikuti Muller. Kebobolan gol pertama ini memang bukan sepenuhnya kesalahan Luiz.

Pada saat Brasil dikejutkan dengan gol kedua, Luiz dan rekan-rekannya tampak semakin layu dalam mengejar ketertinggalan mereka atas Jerman, dan saat inilah dimana semuanya mulai menjadi mimpi buruk bagi Brasil.

Dan gol gol selanjutnya ini lah yang membuat banyak kalangan kecewa dan geram terhadap para pemain lini belakang Brasil, terutama David Luiz. Area yang seharusnya menjadi bagian tugas David Luiz benar benar berantakan. Hal ini dianggap sebagian kalangan dan fans sebagai sesuatu yang  tak termaafkan, tak terlupakan, dan tak bisa dijelaskan.

“Sulit untuk menjelaskan apa yang terjadi,” kata Júlio César setelah pertandingan. “Jerman sangat kuat. Kita harus menyadari seberapa baik mereka bermain.” tambahnya.

Kiper yang dulu disalahkan karena kekalahan Brasil pada Piala Dunia tahun 2010, mengakui bahwa kekalahan itu sulit untuk diterima, tetapi ia bersikeras bahwa ia telah punya banyak pengalaman bermain di turnamen.

“Kami harus pulang ke rumah kami, memeluk keluarga kami,” lanjutnya. “Ini perasaan sedih. Saya lebih suka kalah 1-0 dengan saya disalahkan daripada harus kalah 7-1.”

“Kami ingin membuat orang bahagia, tapi kami tidak bisa melakukannya,” kata David Luiz sambil  mengendus air mata.

“Saya ingin meminta maaf kepada semua orang Brasil. Semua orang tahu betapa pentingnya ini … untuk dapat melihat semua fans Brasil bahagia. ” tutup David Luiz