Demo Anti FIFA Terburuk Kembali Ganggu Laga Piala Dunia

17

  Seperti tidak ada habis-habisnya, gelaran akbar Piala Dunia 2014, Brasil kembali terusik. Ketika beberapa laga seru dari semua grup telah dan sedang dilangsungkan, demo anti FIFA terburuk kembali mengganggu kenikmatan menonton para pecinta sepakbola. Ada yang sangat menarik perhatian. Setelah dibuka 12 Juni lalu, Stadion legendaris Maracana akhirnya mendapat kehormatan untuk menggelar pertandingan Piala […]

Internasional Piala Dunia  - Demo Anti FIFA Terburuk Kembali Ganggu Laga Piala Dunia

 

Seperti tidak ada habis-habisnya, gelaran akbar Piala Dunia 2014, Brasil kembali terusik. Ketika beberapa laga seru dari semua grup telah dan sedang dilangsungkan, demo anti FIFA terburuk kembali mengganggu kenikmatan menonton para pecinta sepakbola.

Ada yang sangat menarik perhatian. Setelah dibuka 12 Juni lalu, Stadion legendaris Maracana akhirnya mendapat kehormatan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia 2014. Duel Argentina melawan Bosnia Herzegovina menjadi laga pertama Piala Dunia di Maracana sejak 1950.

Yang menjadi ironi, laga pertama di stadion yang juga akan menggelar laga final Piala Dunia 2014 ini diganggu aksi demonstrasi. Sekitar 200 orang melakukan unjuk rasa menentang pemerintah Brasil dan FIFA. Sebagain pengunjuk rasa membentangkan spanduk anti FIFA. Mereka meminta FIFA segera pulang ke markas mereka di Swiss.

Para demonstran masih marah karena pemerintah Brasil menghabiskan 11 miliar dolar untuk membangun fasilitas dan infrastruktur Piala Dunia dengan mengorbankan pelayanan publik, termasuk uang untuk sekolah dan perumahan.

Walau hanya diikuti sekitar 200 orang, demontrasi yang digelar di dekat Maracana ini merupakan aksi unjuk rasa terburuk sejak Piala Dunia 2014 dibuka. Akibat demonstrasi ini, sejumlah toko dan satu stasiun kereta api terpaksa tutup.

Polisi anti huru-hara Brasil menembakkan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa ini. Semprotan merica juga terpaksa digunakan polisi untuk menghalau demonstran. Demikian diberitakan Sydney Morning Herald.

Demontrasi yang digelar 1,5 kilometer dari Maracana ini memanas setelah seorang pria yang diduga polisi berpakaian preman dua kali melepaskan tembakan ke udara. Massa pun kocar-kacir. Mereka kemudian merusak dua bank sebagai bentuk kemarahan sikap berlebihan petugas keamanan. Pemerintah Brasil sendiri masih menyelidiki insiden ini. Namun mereka memastikan sejauh ini tidak ada korban akibat aksi brutal kepolisian Rio de Janeiro.