Demo-demo Anti Piala Dunia Ciptakan Ketidaknyamanan

9

Demo-demo anti Piala Dunia 2014 yang berlangsung di kota-kota utama Brasil mengancam kemulusan pelaksanaan festival bola itu, sebulan sebelum pelaksanaan. Setidaknya di beberapa kota seperti Rio de Janeiro, Sao Paulo, Belo Horizonte dan Recife, yang juga menjadi lokasi stadion laga,  sudah berlangsung sejumlah besar demo dan bentrokan dengan aparat keamanan, yang menambah suram situasi Piala Dunia […]

Internasional Piala Dunia  - Demo-demo Anti Piala Dunia Ciptakan Ketidaknyamanan

Demo-demo anti Piala Dunia 2014 yang berlangsung di kota-kota utama Brasil mengancam kemulusan pelaksanaan festival bola itu, sebulan sebelum pelaksanaan.

Setidaknya di beberapa kota seperti Rio de Janeiro, Sao Paulo, Belo Horizonte dan Recife, yang juga menjadi lokasi stadion laga,  sudah berlangsung sejumlah besar demo dan bentrokan dengan aparat keamanan, yang menambah suram situasi Piala Dunia di negeri yang sebelum ini juga sudah dihantam masalah keterlambatan pembangunan stadion.

Rangkaian unjuk rasa penuh kekerasan itu menambah buruk situasi sosial ekonomi yang sudah parah sejak awal bulan lalu ketika ada pemogokan yang dilakukan oleh persatuan guru, sopir bus, karyawan museum, dan ahli geologi.

Inilah kali pertama Brasil menjadi tuan rumah sebuah festival bola, sejak terakhir kalinya tahun 1950.

Para demonstran mengklaim bahwa biaya perbaikan stadion Maracanã setara dengan pembangunan 200 gedung sekolah baru untuk kaum miskin.

Tingkat kesenjangan kaya-miskin di Brasil termasuk tinggi. Mungkin salah satu yang tertinggi di dunia. Index Gini, yang dipakai oleh ilmuwan untuk mengukur kesenjangan di sebuah negara, menunjukkan skor 54,7 untuk Brasil. Setidaknya itu data Bank Dunia tahun 2009. Sebagai perbandingan saja, Indonesia memiliki skor Gini sebesar 35,6 dan 38,1 untuk skor tahun 2010 dan 2011. Tidak bagus, namun masih lebih baik dibandingkan Brasil. Negara modern biasanya memiliki tingkat kesenjangan rendah. Misalnya Jerman 27,0 untuk data tahun 2006.