Dengan Kekuasaannya, Begini Cara Alex Ferguson Cegah Pemain Cedera

Salah satu yang bikin sebal pelatih klub adalah pemain mereka dipinjam oleh tim nasional, dan pemain mereka kembali dari tugas-tugas internasional dalam keadaan cedera. Lebih menyebalkan lagi, tugas internasional itu cuma laga persahabatan, uji coba, atau laga-laga lain yang kurang penting. Pelatih-pelatih klub perlu belajar cara mengelola pemain cedera dari pelatih legendaris Manchester United, Sir […]

Berita Bola, Liga Inggris - Santi Cazorla saat ini ternyata masih jauh dari kata sembuh. Arsene Wenger telah berikan kabar terkininya.

Internasional Liga Inggris  - Dengan Kekuasaannya, Begini Cara Alex Ferguson Cegah Pemain Cedera
Salah satu yang bikin sebal pelatih klub adalah pemain mereka dipinjam oleh tim nasional, dan pemain mereka kembali dari tugas-tugas internasional dalam keadaan cedera. Lebih menyebalkan lagi, tugas internasional itu cuma laga persahabatan, uji coba, atau laga-laga lain yang kurang penting.

Pelatih-pelatih klub perlu belajar cara mengelola pemain cedera dari pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Begini cara sang pelatih uzur itu mengelola pemainnya untuk meminimalkan cedera.

Duduk bersama teman-teman dan mantan rekan timnya, Phil Neville dan Ryan Giggs di Konvensi Soccerex di Manchester, mantan gelandang Manchester United Nicky Butt mengatakan, “[Sir Alex] tidak akan pernah menarik Anda keluar dengan berpura-pura cedera. Caranya adalah ‘Kamu punya laga Inggris sebentar lagi. Kamu tidak akan pergi’. Titik!”

Butt menjelaskan, “Pada suatu waktu yang sama akan ada 8 atau 9 pemain kami (yang seharusnya bertugas untuk laga persahabatan Inggris) dan dia akan menarik 1 atau 2 di antaranya dan mereka [timnas] bisa memiliki 6 atau 7 pemain lain.”

“Dia menarik keluar pemain yang berbeda pada laga persahabatan berikutnya, tapi dia jujur ​​dengan FA [PSSI-nya Inggris] soal itu.”

Berbicara lebih umum tentang peluang Inggris memenangkan turnamen besar, ia menyatakan, “Kami selalu memiliki satu atau dua pemain top tapi saya hanya tidak berpikir, kami cukup baik.” Kontinuitas tim adalah kunci keberhasilan laga-laga internasional.

“Jika Anda melihat semua tim yang sukses, mereka tinggal bersama-sama selama 8, 9, 10 tahun. Inggris selalu memotong proses itu dan berubah-ubah.”

Pemain yang turun hari ini bisa tidak dimainkan di laga internasional berikutnya. Tidak pernah konsisten, katanya.

“Lihatlah Spanyol. Mereka sudah bersama-sama sejak mereka usia 15 tahun.”

Butt juga menegaskan bahwa Manchester United masih bekerja keras seperti biasa untuk membawa anak-anak junior baru melalui akademi klub meskipun merasakan kedatangan sejumlah pemain bernilai total 200 juta pound untuk kebutuhan tim utama sejak musim panas lalu.

Mantan pemain berusia 39 tahun itu mengakui ada dampak dari kedatangan pemain-pemain luar yang mahal terhadap pemain-pemain junior. Salah satu contohnya adalah Danny Welbeck.

“[Danny] sudah ada sejak dia 7 atau 8 tahun. Tapi hal-hal semacam ini sering terjadi, Danny tidak bisa bermain di posisi yang dia inginkan.

“Saya pikir itu adalah kasus yang adil untuk sang pemain dan adil untuk klub. Danny memiliki misi bermain untuk Inggris dan ingin mempertahankan posisinya. [Dia dan manajer] telah mengobrol tentang kemungkinan pindah dan itulah yang ia lakukan.”

Tanpa sering bermain untuk klub, Welbeck akan tergeser dari posisinya di tim nasional.

Sepakbola.cc