Derby Madrid: Asal Usul Permusuhan Kedua Klub Madrid

100

Derby Real Madrid vs Atletico Madrid, Minggu 14/9/2014 jam 01.00 WIB. Apa arti dari El Derbi madrileno di dunia sepakbola? El Derbi madrileno, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Derby Madrid, adalah nama untuk pertandingan sepakbola antara dua rival sekota, Real Madrid vs Atletico Madrid. Persaingan antara Real Madrid dan Atletico bersifat politis. Real Madrid dipandang sebagai sebuah klub […]

Internasional Liga Spanyol  - Derby Madrid: Asal Usul Permusuhan Kedua Klub Madrid

Derby Real Madrid vs Atletico Madrid,
Minggu 14/9/2014 jam 01.00 WIB.

Apa arti dari El Derbi madrileno di dunia sepakbola?

El Derbi madrileno, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Derby Madrid, adalah nama untuk pertandingan sepakbola antara dua rival sekota, Real Madrid vs Atletico Madrid.

Persaingan antara Real Madrid dan Atletico bersifat politis. Real Madrid dipandang sebagai sebuah klub konservatif, yang didukung oleh pemerintah Spanyol, sementara Atletico adalah klub ‘pemberontak’.

Stadion Real Madrid Santiago Bernabeu berdiri dengan sangat mengesankan dan indah, terletak di kawasan bisnis di sebelah jalan yang berbau kebangsawanan, Paseo de la Castellana. Real Madrid secara teratur membeli pemain yang paling mahal dan paling berharga di dunia ini. Dan jika angka penjualan kaos jadi ukuran popularitas maka mereka adalah klub sepakbola terpopuler di dunia, mengalahkan Manchester United dengan selisih beberapa puluh ribu lembar.

Sementara itu Atletico Madrid lebih dikenal sebagai sebuah klub kelas pekerja. Stadion Vicente Calderon terletak di dekat sebuah tempat pembuatan bir di pinggir sungai Manzaneras. Atletico Madrid hampir selalu menjual pemain top mereka tahun demi tahun dan dipaksa beradaptasi dengan merekrut pemain muda baru sepanjang waktu.

Sebenarnya di era kepemimpinan diktator Jenderal Francisco Franco, justru Atletico-lah yang menjadi klub kesayangan sang rezim militer. Klub itu diasosiasikan dengan pasukan angkatan udara Spanyol.

Namun karena Real Madrid berhasil merebut gelar sepakbola bergengsi di Eropa, maka sang jenderal memanfaatkan momentum itu untuk kampanye politiknya. Waktu itu Spanyol dengan pemerintahan militernya menjadi pariah, disingkirkan dari pergaulan politik di Eropa. Munculnya Real Madrid sebagai juara Eropa sangat menolong mengangkat popularitas Jenderal Franco.

Karena itulah fans Atletico suka mengejek fans Real sebagai “el equipo del gobierno, la vergüenza del país” — tim milik pemerintah, yang mempermalukan negara.

Dengan semua ketegangan politik itu, El Derbi madrileno adalah salah satu pertandingan yang paling menghibur dan paling populer di sepak bola Eropa.