Derby Madrid: Atletico Tetap Dengan Permainan Adu Fisik

5

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menyatakan, akan tetap menggunakan pendekatan permainan adu fisik dan kegigihan tinggi setiap kali kehilangan bola, namun membantah gaya main seperti itu sebagai “penuh kekerasan” menjelang derby Madrid, Minggu dinihari WIB. Adu fisik telah menjadi gaya main Atletico dan membantu mereka merebut gelar La Liga musim lalu. Simeone mengatakan bermain dengan tekanan tinggi dan penuh kegigihan merupakan […]

Derby Madrid: Atletico Tetap Dengan Permainan Adu Fisik - berita Internasional Liga Spanyol
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menyatakan, akan tetap menggunakan pendekatan permainan adu fisik dan kegigihan tinggi setiap kali kehilangan bola, namun membantah gaya main seperti itu sebagai “penuh kekerasan” menjelang derby Madrid, Minggu dinihari WIB.

Adu fisik telah menjadi gaya main Atletico dan membantu mereka merebut gelar La Liga musim lalu.

Simeone mengatakan bermain dengan tekanan tinggi dan penuh kegigihan merupakan kunci untuk timnya, tapi membantah mereka menjalankan kekerasan dalam olahraga.

“Saya melihat cara Atletico bermain sebagai sesuatu yang alamiah,” kata pelatih asal Argentina dalam sebuah konferensi pers.

“Anda dapat membahas tentang itu atau memiliki pendapat lain, tapi ini adalah sepakbola di mana ada banyak kontak antara pemain. Setelah itu ada wasit yang harus menilai tantangan mana yang ilegal.”

“Kami bukan mempraktekkan kekerasan meskipun kami adalah tim dengan banyak usaha untuk menekan dan bermain dengan penuh kegigihan.”

“Keduanya adalah senjata kami untuk mendapatkan rasa hormat dari setiap tim (lain) tahun lalu. Semoga tahun ini kami terus bisa terus berjuang karena itulah target kami, untuk mencapai segala sesuatu yang sudah kami lakukan tahun-tahun sebelumnya.”

Atletico boleh sedikit sombong atas Real Madrid, karena sudah memenangkan Supercopa de Espana pada bulan Agustus kemarin.

Simeone mengatakan timnya selalu memiliki hormat terhadap pasukan Carlo Ancelotti.

“Saya pikir setiap tim memiliki rasa hormat terhadap saingan mereka. Saya kira tidak ada tim yang bermain tanpa rasa hormat seperti yang kita bicarakan,” katanya.

“Sebelum laga dimulai selalu ada penghormatan terhadap tim lawan, meski kadang-kadang ada beberapa situasi terjadi selama pertandingan, tetapi rasa hormat selalu dalam setiap tim.”

Sebelum ini, Enrique Cerezo, Presiden Atletico Madrid, marah-marah di siaran langsung radio karena timnya dianggap suka bermain kasar. Cerezo dengan kesal menganggap tudingan itu sebagai kampanye untuk menjatuhkan citra klubnya.

“Ada pandit dan pengamat yang selalu mengatakan bahwa Atleti adalah tim yang kasar. Mereka semua bodoh, munafik dan bajingan. Sudah jelas bahwa itu hanya kampanye negatif,” tukas Cerezo dalam siaran Radio Marca.

Namun Cerezo cepat mereda dan menjadi lebih kalem ketika membicarakan Carlo Ancelotti. Seperti diketahui, Ancelotti membantah anggapan Atleti sebagai tim kasar, hanya bermain agresif dan dengan intensitas tinggi.

“Saya ingin berterima kasih kepada Ancelotti atas komentarnya. Dia adalah lelaki jantan, dia sepenuhnya benar. Saya bisa tanya siapa pemain saya yang pernah dikartu merah dan dihukum sembilan laga. Sepakbola adalah olahraga laki-laki, bukan wanita.”