Dihina-hina Soal Penampilan Jerman, Begini Balasan Sang Pelatih

 

Der Panzer memang keteteran di babak pertama. Meski secara statistik menang dalam penguasaan bola, di kisaran 70%, namun timnas Jerman selalu dikagetkan dengan serangan balik Aljazair yang dilancarkan Islam Slimani dan kawan-kawan dengan kecepatan tinggi.

Tidak kurang dari lima kali serangan balik ke daerah pertahanan Jerman selama 15-20 menit pertama cukup membuat penggemar menderita debar jantung tinggi.

Para pengamat mengkritik penampilan Jerman sebagai jauh dari memuaskan, tidak setara dengan penampilan sebuah tim yang akan merengkuh piala keempatnya.

Gerah dengan tudingan semacam itu, Joachim Loew mengatakan, sebelumnya sudah pernah mengingatkan bahwa Aljazair adalah lawan yang sangat berbahaya.

“Memangnya Piala Dunia itu seperti jalan-jalan santai di taman?” semprotnya ke German TV.

Dihina-hina Soal Penampilan Jerman, Begini Balasan Sang Pelatih

“Akan selalu ada laga semacam ini di turnamen mana pun, saat mana Anda berhadapan dengan tim-tim yang melawan dengan gigih, ketika lawanmu bertahan secara ketat dan bermain agresif,” katanya. “Anda membutuhkan laga-laga seperti ini di Piala Dunia. Sampai pada batas tertentu, Anda harus siap bahwa sebuah laga akan berakhir dengan perpanjangan waktu.”

Loew menukangi tim Jerman yang kalah di semifinal 2010 dan 2006. Para pengamat banyak menjagokan Jerman karena secara mometum, dengan dua kali gagal di semifinal, mereka belajar dari kesalahan sebelumnya dan siap menjadi juara.

Harapan sudah terlanjur tinggi ketika mereka menguliti Portugal 4-0. Namun Der Panzer ditahan Ghana 2-2, dan hanya bisa menang 1-0 atas Amerika Serikat, sebelum menduduki posisi puncak Grup G.

Meski begitu, Loew mengakui bahwa skuadnya tidak bermain seperti rencana semula, dan mengeluhkan penyelesaian akhir.

“Laga (perempatfinal) melawan Prancis harus lebih baik lagi. Kami terlalu mudah menyerahkan bola kepada lawan, khususnya di babak pertama, dan praktis dengan itu mengundang Aljazair untuk melakukan serangan balik. Kami berubah menjadi lebih baik di babak kedua.”

“Pada akhirnya, yang menentukan adalah determinasi, kehendak kuat dari kami.”

Ia mengakui sangat kesulitan dengan cederanya Mats Hummels, bek tengah andalannya. Loew juga enggan menanggapi kritik bahwa ia telat memasukkan dua pemain cadangan, André Schürrle dan Sami Khedira.

“Mereka membawa darah segar ke laga itu. André melakukan pekerjaan bagus. Itulah yang hilang dari babak pertama: sebuah sentuhan akhir,” tegas Loew.