Dunga Kembali Rebut Kursi Pelatih Brasil

Setelah melewati satu pekan penuh desas-desus perihal siapa bos baru timnas Brasil, akhirnya seorang pelatih lama merebut kembali posisi kursi panas tersebut. Brasil telah menunjuk Dunga sebagai manajer tim nasional baru mereka menyusul pengunduran diri Luiz Felipe Scolari pekan lalu. Dunga, 50, sebelum ini pernah memimpin Brasil merebut kemuliaan Piala Dunia sebagai pemain dan kapten tim […]

Internasional Piala Dunia  - Dunga Kembali Rebut Kursi Pelatih Brasil

Setelah melewati satu pekan penuh desas-desus perihal siapa bos baru timnas Brasil, akhirnya seorang pelatih lama merebut kembali posisi kursi panas tersebut.

Brasil telah menunjuk Dunga sebagai manajer tim nasional baru mereka menyusul pengunduran diri Luiz Felipe Scolari pekan lalu.

Dunga, 50, sebelum ini pernah memimpin Brasil merebut kemuliaan Piala Dunia sebagai pemain dan kapten tim pada tahun 1994 dan kembali untuk kesempatan kedua sebagai seorang manajer, namun diberhentikan pada tahun 2010 ketika Brasil tersingkir oleh Belanda di perempat final Piala Dunia.

Scolari mendalangi kampanye terbaru Piala Dunia Brasil tapi tuan rumah tersingkir pada tahap semifinal, dengan skor memalukan 7-1 oleh sang juara dunia Jerman, dan ia kemudian memutuskan mundur dari jabatannya.

Dunga, yang memiliki nama asli Carlos Caetano Bledorn Verri, adalah mantan gelandang bertahan Brasil dan kapten yang membawa  Brasil meraih juara di Piala Dunia 1994. Bersama dengan Xavi, ia adalah satu-satunya orang yang pernah bermain di Piala Dunia, Olimpiade, Piala Konfederasi dan terakhir kejuaraan antarbenua sekaligus.

 

Dunga pernah melatih tim nasional pada periode 2006-2010, di mana ia memimpin mereka untuk memenangkan Copa América 2007 dan Piala Konfederasi 2009 FIFA, dan ke perempat final Piala Dunia FIFA 2010; setelah itu dia diberhentikan oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil. Baru-baru ini ia menjabat manajer dari klub Internacional di Brasil.

 

Julukan Dunga berasal dari terjemahan Portugis untuk Dopey, kurcaci versi Disney dari dongeng Putri Salju. Gelar itu diberikan  kepadanya oleh sang paman karena ia berukuran pendek selama masa kecilnya dan dipercaya akan tetap cebol saat dewasa nanti. Panggilan itu tetap digunakan sampai dewasa ketika ia menjadi lebih tinggi dan berukuran 176 cm seperti saat ini. Di tubuhnya mengalir darah Italia dan Jerman.