Empat Orang Ditahan Polisi Dalam Kasus Carlos Tevez

4

Polisi Argentina telah menangkap tiga pria dan seorang wanita, dengan dua di antaranya warga negara Paraguay, untuk sebuah kasus kriminal yang melibatkan Carlos Tevez, pemain sepakbola yang kini merumput di Juventus, Italia. Mereka ditangkap atas tuduhan penculikan Segundo Tevez, ayah angkat dari Carlos Tevez, pada bulan Juli 2014 lalu, di dekat ibukota Buenos Aires. Menurut […]

Empat Orang Ditahan Polisi Dalam Kasus Carlos Tevez - berita Internasional Liga Italia

Polisi Argentina telah menangkap tiga pria dan seorang wanita, dengan dua di antaranya warga negara Paraguay, untuk sebuah kasus kriminal yang melibatkan Carlos Tevez, pemain sepakbola yang kini merumput di Juventus, Italia.

Mereka ditangkap atas tuduhan penculikan Segundo Tevez, ayah angkat dari Carlos Tevez, pada bulan Juli 2014 lalu, di dekat ibukota Buenos Aires.

Menurut laporan pers, keluarga membayar tebusan setara Rp 841 juta untuk untuk pembebasannya. Tadinya jumlah tuntutan uang yang diajukan mencapai Rp 19,7 Milyar.

Keempat orang yang ditangkap itu berusia antara 22 sampai 27 tahun. Dua di antaranya adalah warga negara Paraguay dan merupakan kakak beradik.

Kelompok ini diduga hanya ingin merampok Tevez Senior tetapi meminta tebusan untuk pembebasannya setelah mengetahui dia adalah ayah dari pesepakbola terkenal Carlos Tevez.

Saat kabar penculikan itu terdengar, Carlos Tevez langsung pulang mendadak ke negerinya.

HarianArgentina La Nacion menyebut, ayah Tevez diseret keluar dari sebuah mobil di Moron, pinggiran kota Buenos Aires, sekitar pukul 07:00 pagi waktu setempat.

Penyerang Juventus itu melalui Twitter telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penggemarnya atas dukungan mereka setelah ayahnya ditemukan baik-baik saja, delapan jam setelah percobaan penculikan itu.

Teves bercuit: “Saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ayahku baik, sehat dan aman. Itu yang paling penting..!”

Kemudian ia berkata: “Dengan kesedihan yang saya miliki akan mudah untuk mengkritik negara saya, tapi dengan segala kekurangan dan kebajikannya, ini adalah negara yang saya cintai.”