Empat Strategi Erick Thohir Ubah Inter Jadi Raksasa Bola

  • Sejak memenangkan Liga Champions pada tahun 2010, Internazionale Milan tidak pernah berhasil duduk lebih tinggi dari ranking 5 di Serie A dalam tiga tahun terakhir. Di musim 2014/2015 yang kini sedang berjalan, Inter berada di urutan 8, hasil 2 kali menang, 2 draw, dan 2 kali kalah. Menurut Football Money League dari Deloitte, Inter hanya menduduki […]

Internasional Liga Italia  - Empat Strategi Erick Thohir Ubah Inter Jadi Raksasa Bola

Sejak memenangkan Liga Champions pada tahun 2010, Internazionale Milan tidak pernah berhasil duduk lebih tinggi dari ranking 5 di Serie A dalam tiga tahun terakhir.

Di musim 2014/2015 yang kini sedang berjalan, Inter berada di urutan 8, hasil 2 kali menang, 2 draw, dan 2 kali kalah.

Menurut Football Money League dari Deloitte, Inter hanya menduduki posisi ke-15 dunia.

Taipan Indonesia Erick Thohir kini memiliki 70 persen saham klub (bersama mitra bisnis Handy Soetedjo) dan berkeinginan  menjadikan Inter sebagai salah satu dari sepuluh klub pendapatan terbesar di dunia dan masuk di ajang Liga Champions.

Bagaimana cara Erick Thohir mengubah Inter Milan menjadi lebih besar lagi, dan jika memungkinkan, bertransformasi  menjadi salah satu raksasa di dunia sepakbola?

Pertama, dia akan menggunakan model bisnis seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Seperti dikutip oleh Financial Times, “Saya ingin menggunakan model Amerika, di mana olahraga dijalankan seperti bisnis media, dengan pendapatan berasal dari iklan dan konten, dicampur dengan industri barang konsumsi, penjualan kaus dan produk berlisensi.”

Erick Thohir seperti diketahui juga berinvestasi di DC United, salah satu tim Major League Soccer, pada tahun 2012.

Kedua, menyasar pasar Asia yang kelas menengahnya terus tumbuh, dan menjadi lokasi keberadaan 60 persen fans Inter, dengan 18 juta penggemar di Indonesia saja.

Perekrutan bek yang sudah agak uzur, Nemanja Vidic, disebut-sebut karena alasan bahwa namanya dilihat ‘sebagai merek yang baik untuk pasar Asia’, kata footballeconomy.com.

Thohir adalah investor asing kedua yang masuk ke tim top Italia setelah pembelian oleh investor Amerika terhadap klub AS Roma pada tahun 2011.

Serie A sudah sejak lama ketinggalan dan tertutup bayang-bayang Liga Premier Inggris dan Bundesliga Jerman. Namun, seperti halnya ekonomi Italia secara keseluruhan, mengangkat citra Inter Milan adalah sebuah tantangan besar. Ini juga masalah budaya serta struktur, keuangan dan organisasi. Terlebih dengan bau-bau skandal suap dan pengaturan skor yang membayangi Serie A.

Strategi yang ketiga adalah membuat stadion yang lebih bersahabat bagi keluarga. Stadion yang tua terlalu menakutkan untuk keluarga dan citra klub. Kaum ultra yang ekstrim memberikan atmosfer menakutkan untuk keluarga kelas menengah beserta anak-anak mereka. Thohir berusaha menjadikan sepakbola Italia menjadi mirip Inggris, atau mirip baseball dan basket di Amerika, di mana satu keluarga bisa datang ke stadion beserta anak-anak kecil tanpa takut kena lemparan batu atau botol air minum yang diisi kencing.

Keempat, rekrut orang yang tepat. Dalam rangka memulai proses perubahan Michael Bolingbroke, mantan chief operating officer dari Manchester United, telah dibawa masuk sebagai kepala eksekutif, sementara direktur pemasaran didatangkan dari Apple iTunes dan chief financial officer dari DC United.

Internasional Liga Italia  - Empat Strategi Erick Thohir Ubah Inter Jadi Raksasa Bola

Sejauh ini Erick Thohir memperlakukan Internazionale Milan sebagai sebuah investasi bisnis, meskipun jelas bahwa prestise atau rasa gengsi juga terlibat.